
Sign up to save your podcasts
Or


Secara spontan, terkadang aku melakukan siaran langsung (live) di akun Instagram @raufadila pada waktu sekitaran tengah malam. Aku menamai sesi tersebut sebagai Celoteh Tengah Malam atau kadang Celoteh Dini Hari, karena memang isinya hanya aku yang berceloteh tentang macam-macam topik bergantung pada siapa audiens yang menanggapiku. Namun, untuk pertama kalinya, CTM terakhirku diminta untuk diabadikan dalam unggahan. Karena ternyata episode tersebut meninggalkan kesan baik bagi salah satu pendengar—seorang teman baik, Kak Awal—yang secara mengejutkan (bagiku) malah menyunting bagian terbaiknya hingga jadilah episode ini. Apresiasi untuk Kak Awal, terima kasih banyak!
Sedikit refleksi terkait pandanganku melihat pencapaian orang lain yang lebih bersinar, yang juga dibarengi cerita-cerita kecilku soal pengalaman menjalani Pildubas Babel 2025. Selamat mendengarkan!
By Raufa Sayyidah 'AdilaSecara spontan, terkadang aku melakukan siaran langsung (live) di akun Instagram @raufadila pada waktu sekitaran tengah malam. Aku menamai sesi tersebut sebagai Celoteh Tengah Malam atau kadang Celoteh Dini Hari, karena memang isinya hanya aku yang berceloteh tentang macam-macam topik bergantung pada siapa audiens yang menanggapiku. Namun, untuk pertama kalinya, CTM terakhirku diminta untuk diabadikan dalam unggahan. Karena ternyata episode tersebut meninggalkan kesan baik bagi salah satu pendengar—seorang teman baik, Kak Awal—yang secara mengejutkan (bagiku) malah menyunting bagian terbaiknya hingga jadilah episode ini. Apresiasi untuk Kak Awal, terima kasih banyak!
Sedikit refleksi terkait pandanganku melihat pencapaian orang lain yang lebih bersinar, yang juga dibarengi cerita-cerita kecilku soal pengalaman menjalani Pildubas Babel 2025. Selamat mendengarkan!