
Sign up to save your podcasts
Or


Menurut sebuah jurnal internasional, kelompok penelitian di Amerika Serikat dan Kolombia telah menemukan bahwa konsentrasi kumulatif mikroplastik dan nanoplastik di otak manusia mungkin lebih tinggi dibandingkan organ tubuh manusia lainnya yaitu organ hati dan ginjal. Peneliti Taiwan menambahkan, jika membandingkan sampel dari tahun 2016 hingga 2024, kandungan mikroplastik di otak meningkat sekitar 50%.
Penelitian ini semakin memperdalam pemahaman jaringan manusia (terutama bagian otak besar), diantaranya kegiatan yang dilakukan manusia, mulai dari interaksi, asupan makanan hingga proses pengolahan plastik dan dampak plastik terhadap kesehatan manusia, konten yang relevan ini diterbitkan dalam jurnal internasional "Nature Medicine" pada 3 Februari tahun ini.
Seorang profesor di Institute of Clinical Medicine di Taipei Medical University Chiu Hui-wen(邱惠雯)menjelaskan, sebuah artikel yang diterbitkan oleh Taiwan Science and Technology Media Center memaparkan penelitian tersebut yang menggunakan sampel otopsi untuk melakukan studi rinci tentang penyebaran partikel plastik di otak manusia. Ditemukan bahwa terdapat pecahan dan serpihan plastik kecil di otak. Sebagian besar jenis plastik adalah polietilena (FE), yang merupakan bahan plastik yang banyak digunakan dalam kemasan makanan dan minuman.
By , RtiMenurut sebuah jurnal internasional, kelompok penelitian di Amerika Serikat dan Kolombia telah menemukan bahwa konsentrasi kumulatif mikroplastik dan nanoplastik di otak manusia mungkin lebih tinggi dibandingkan organ tubuh manusia lainnya yaitu organ hati dan ginjal. Peneliti Taiwan menambahkan, jika membandingkan sampel dari tahun 2016 hingga 2024, kandungan mikroplastik di otak meningkat sekitar 50%.
Penelitian ini semakin memperdalam pemahaman jaringan manusia (terutama bagian otak besar), diantaranya kegiatan yang dilakukan manusia, mulai dari interaksi, asupan makanan hingga proses pengolahan plastik dan dampak plastik terhadap kesehatan manusia, konten yang relevan ini diterbitkan dalam jurnal internasional "Nature Medicine" pada 3 Februari tahun ini.
Seorang profesor di Institute of Clinical Medicine di Taipei Medical University Chiu Hui-wen(邱惠雯)menjelaskan, sebuah artikel yang diterbitkan oleh Taiwan Science and Technology Media Center memaparkan penelitian tersebut yang menggunakan sampel otopsi untuk melakukan studi rinci tentang penyebaran partikel plastik di otak manusia. Ditemukan bahwa terdapat pecahan dan serpihan plastik kecil di otak. Sebagian besar jenis plastik adalah polietilena (FE), yang merupakan bahan plastik yang banyak digunakan dalam kemasan makanan dan minuman.