Isabella lahir dan tumbuh di Jakarta. Sekolah di sekolah ternama kemudian hijrah di Solo untuk kuliah. Beberapa tahun kuliah dan banyak berorganisasi di ranah sosial membuatnya cukup yakin jika ia sudah menjadi pahlawan sosial, itu semakin terlegitimasi setelah ia banyak mengikuti kegiatan summit dan conference. Naas, isablla menjadi korban dari penipuan harapan dan terbius dari citra diri.