Radio Rodja 756 AM

22 Hikmah Disyariatkannya Puasa


Listen Later

22 Hikmah Disyariatkannya Puasa merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah pada Ahad, 13 Ramadhan 1442 H / 25 April 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang 22 Hikmah Disyariatkannya Puasa
Allah Subhanahu wa Ta’ala disifati dengan Al-Hakim (Yang mempunyai hikmah), berarti semua perbuatan-perbuatan Allah tidak lepas dari hikmah, syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala pun tidak lepas dari hikmah.
Dalam Kitab Al-Jami’ Li Ahkamish Shiyam (الجامع لأحكام الصيام) yang ditulis oleh Prof. Dr. Khalid Al-Musyaiqih disebutkan bahwa puasa memiliki hikmah-hikmah yang banyak dan maslahat-maslahat yang besar, di antaranya:
1. Berpuasa dalam rangka menyahut panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ …
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian puasa…” (QS. Al-Baqarah[2]: 183)
Menyahut panggilan Allah dan RasulNya itu menghidupkan hati. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ…
“Wahai orang-orang yang beriman, sahutlah panggilan Allah dan RasulNya apabila keduanya memanggil kalian kepada sesuatu yang menghidupkan hati kalian.” (QS. Al-Anfal[8]: 24)
2. Keikhlasan dalam ibadah puasa lebih banyak dibandingkan pada ibadah yang lain
Puasa adalah ibadah rahasia. Hanya Allah yang Maha Tahu.
3. Puasa sebab munculnya takwa
Sebagaimana Allah berfirman dalam ayat yang sudah dibawakan tadi:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 183)
Kalau ternyata puasa tidak menimbulkan takwa, berarti puasa kita ini ada sesuatunya. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
“Allah hanyalah menerima dari orang-orang yang bertakwa saja.” (QS. Al-Ma’idah[5]: 27)
Maka apabila puasa kita ternyata tidak menimbulkan ketakwaan kepada Allah, itu menunjukkan bahwasanya puasa kita dimasuki oleh sesuatu.
4. Hati lebih fokus untuk berfikir dan berdzikir
Hal ini karena banyak makan dan melaksanakan syahwat seringkali menimbulkan kelalaian. Sehingga hati akhirnya manjadi keras karenanya.
Oleh karena itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperbanyak puasa. Para sahabat memperbanyak puasa. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengabarkan bahwa puasa ibadah yang tidak ada tandingannya.
Abu Umamah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Wahai Rasulullah, apakah amal yang paling utama?” Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَا مِثْلَ لَهُ
“Hendaklah kamu berpuasa, karena puasa itu tidak ada tandingannya.” (HR. Ahmad)
5. Orang kaya bisa mengenal mahalnya nikmat yang Allah berikan kepadanya
Orang kaya akan merasakan betapa tidak enaknya lapar. Orang kaya dengan berpuasa seharusnya ingat bagaimana kesusahan yang dialami oleh orang-orang miskin itu. Sehingga pada waktu itu orang kaya bersyukur dengan nikmat yang Allah berikan.
6. Membiasakan menahan diri dan menguasai hawa nafsu
Dengan puasa itu kita membiasakan diri untuk menahan hawa nafsu, membiasakan diri menahan syahwat. Kalau kita tidak puasa, terkadang kita terbiasa dengan syahwat, hawa nafsu, makan,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings