"Bukankah dia manusia?" adalah pertanyaan yang mengetuk hati nurani. "Bukankah dia manusia?" harus diteriakkan kapan saja, ketika percikan api fanatisme membakar dada, ketika keyakinan beragama berubah menjadi kepongahan, dan ketika kesalehan menampakkan diri dalam bentuk agresi terhadap keyakinan orang lain (KH Jalaluddin Rakhmat, Halaman Akhir 1, hal.53