Musibah itu keniscayaan, sedangkan penderitaan adalah sikap dan pilihan.
Tak semua orang akan terpuruk dan menderita oleh musibah dan mungkin kehidupannya selanjutnya justru lebih baik karena kejiwaan dan pola pikirnya mengarahkan pada pilihan itu.
Tentu saja tak sedikit barangkali yang terpuruk dan menderita oleh musibah. Sebabnya sama, kejiwaan dan pola pikirnya memilih demikian (KH JALALUDDIN RAKHMAT)