Ada dua ciri pokok ritualisme. Pertama, kita terikat dengan makna yang tersurat dari teks-teks keagamaan. Bila tidak tercantum tegas dalam nashsh, kita mengabaikannya. Ke dua, kita menjalankan ritus-ritus keagamaan dengan setia, tetapi lupa pada tujuan ritus-ritus itu sendiri (KH Jalaluddin Rakhmat, Halaman Akhir 1, hal.57)