Pernah terjebak dalam pertanyaan 'Allah tuh ingin aku menjalani peran yang seperti apa sih di dunia?'?
Sebelum berlarut, coba kita pikirkan lagi. Kalau saja diawal Allah memberi tau peran seperti apa yang akan kita lakoni, apakah kita yakin akan bergerak maksimal ke arahnya?
Sebagaimana Rasulullah yang mencapai peran besar sebagai Nabi dan Rasul diusia ke 40-nya, apakah beliau mengetahui sebelumnya?
Beliau bahkan gak pernah menyangka, bukan?
Bahwa sebelum Rasulullah menerima wahyu pertamanya, yang beliau lakukan ialah memaksimalkan setiap peran kecil yang dipunya.
Sebab perjalanan menikmati peran itu seperti menaiki anak tangga, yang terus bergerak naik hingga akhirnya sampai di puncak.
Tak peduli sekecil apapun peran yang kita emban. Selama peranan itu bukan dalam misi keburukan, maka jalani saja dengan usaha maksimal yang kita bisa.
Namun, ingat. Kebaikan apapun yang dititipkan melalui tangan-tangan kita, adalah karena atas izin Sang Pemilik Langit dan Bumi.
Maka sementara kita memaksimalkan peran, biarlah Allah yang menaruh buah kebaikan sesuai porsi dan tempatnya masing-masing.