Belum juga selesai dengan gempuran mesin penerjemah, para penerjemah kini harus berhadapan lagi dengan sebuah ancaman baru bagi profesi mereka: ChatGPT. Ini menjadi disrupsi baru dalam bisnis layanan bahasa. ChatGPT sejak diluncurkan pada November 2022 lalu, berhasil mencapai 1 juta pengguna pertamanya hanya dalam 5 hari. Ini luar biasa dahsyat sehingga raksasa teknologi Microsoft sedang mempertimbangkan untuk kembali berinvestasi senilai $10 miliar di OpenAI. Sebelumya, Microsoft telah menggelontorkan dana sebesar $1 miliar dolar untuk pengembangan ChatGPT besutan OpenAI itu.