
Sign up to save your podcasts
Or


Di episode kali ini, gw akan ngobrol panjaaaaaaaaaangggg banget sama salah seorang sahabat baik bernama Mahda Kemala. Satu hal yang unik dari pertemanan kita adalah, jalan cerita dan alur hidup yang hampir sama dalam segala hal. Mulai dari pernah merasakan kegagalan yang sama, trauma yang serupa, sampai penyakit yang nyaris gak ada bedanya. Hahaha! Tapi ini justru yang bikin pertemanan gw sama dia awet selama 9 taun (and still counting). Dari pertama kenal dia sampe sekarang, banyak hal yang sebenarnya dia tutup rapat dari gw dan baru kebuka di podcast ini. GW PUN KAGET. Kenapa kok dia malah baru mau cerita sekarang saat gw mau mempublikasi kisahnya di sebuah 'radio online' yang logikanya malah akan didenger banyak orang. Kenapa gak cerita sama gw aja dulu dalam suasana yang lebih hangat dan sendu? Heart to heart dan yaa, berdua aja. Tapi yah gak apa-apa juga sih, yang penting dia akhirnya mau cerita dan memutuskan untuk terbuka tentang hal ini. Toh, pada akhirnya juga dia terbukti sudah menerima semuanya dan melewati proses pembenahan diri yang begitu panjang.
Seorang Meth yang gw kenal di tahun 2011 pun sudah JAUH berbeda dengan meth di tahun 2020. Adalah sesosok perempuan yang mencoba untuk terus menyelami dirinya dan berusaha bangkit dari segala masa lalu dan negativitas yang sempat menyerap seluruh energi baik yang dipunya. Bukan hal mudah untuk bisa berkompromi dengan anxiety dan panic attack serta seluruh masa lalu yang berhubungan dengan kehilangan sosok ayah di usia remaja, mengalami kekerasan dalam pacaran, sampai seluruh kemelut pelarian yang kerap dilakukan untuk kabur dari masalah. Tapi, ia pun akhirnya berhasil menembus batas dirinya untuk menelaah seluruh akar masalah kejiwaan yang mengganggunya di tahun-tahun yang lalu. Dari mencari pertolongan psikolog, psikater, sampai bermeditasi, semua ia lakukan demi mencapai ketenangan batin. Pernah punya masalah sama atau sedang bergelut menghadapinya? Semoga podcast ini bisa memberi setitik pencerahan bahwa kita tidak sendiri dan semua pasti pernah hancur gara-gara rapuhnya kondisi hati. Selamat mendengarkan!
By Rengganis ParahitaDi episode kali ini, gw akan ngobrol panjaaaaaaaaaangggg banget sama salah seorang sahabat baik bernama Mahda Kemala. Satu hal yang unik dari pertemanan kita adalah, jalan cerita dan alur hidup yang hampir sama dalam segala hal. Mulai dari pernah merasakan kegagalan yang sama, trauma yang serupa, sampai penyakit yang nyaris gak ada bedanya. Hahaha! Tapi ini justru yang bikin pertemanan gw sama dia awet selama 9 taun (and still counting). Dari pertama kenal dia sampe sekarang, banyak hal yang sebenarnya dia tutup rapat dari gw dan baru kebuka di podcast ini. GW PUN KAGET. Kenapa kok dia malah baru mau cerita sekarang saat gw mau mempublikasi kisahnya di sebuah 'radio online' yang logikanya malah akan didenger banyak orang. Kenapa gak cerita sama gw aja dulu dalam suasana yang lebih hangat dan sendu? Heart to heart dan yaa, berdua aja. Tapi yah gak apa-apa juga sih, yang penting dia akhirnya mau cerita dan memutuskan untuk terbuka tentang hal ini. Toh, pada akhirnya juga dia terbukti sudah menerima semuanya dan melewati proses pembenahan diri yang begitu panjang.
Seorang Meth yang gw kenal di tahun 2011 pun sudah JAUH berbeda dengan meth di tahun 2020. Adalah sesosok perempuan yang mencoba untuk terus menyelami dirinya dan berusaha bangkit dari segala masa lalu dan negativitas yang sempat menyerap seluruh energi baik yang dipunya. Bukan hal mudah untuk bisa berkompromi dengan anxiety dan panic attack serta seluruh masa lalu yang berhubungan dengan kehilangan sosok ayah di usia remaja, mengalami kekerasan dalam pacaran, sampai seluruh kemelut pelarian yang kerap dilakukan untuk kabur dari masalah. Tapi, ia pun akhirnya berhasil menembus batas dirinya untuk menelaah seluruh akar masalah kejiwaan yang mengganggunya di tahun-tahun yang lalu. Dari mencari pertolongan psikolog, psikater, sampai bermeditasi, semua ia lakukan demi mencapai ketenangan batin. Pernah punya masalah sama atau sedang bergelut menghadapinya? Semoga podcast ini bisa memberi setitik pencerahan bahwa kita tidak sendiri dan semua pasti pernah hancur gara-gara rapuhnya kondisi hati. Selamat mendengarkan!