
Sign up to save your podcasts
Or


Awal pekan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai sorotan atas instruksi untuk mengubah jam masuk sekolah menjadi jam 5.00 pagi, terutama bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, banyak pihak telah mengkritik kebijakan ini, termasuk akademisi, politikus, serikat guru, lembaga perlindungan anak, komedian, dan bahkan orang tua serta pelajar. Mereka menganggap perumusan kebijakan ini tak hanya minim deliberasi dan partisipasi masyarakat, namun juga dibuat secara terburu-buru dan tanpa kajian akademik yang jelas.
By Pace Seprice SakanAwal pekan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai sorotan atas instruksi untuk mengubah jam masuk sekolah menjadi jam 5.00 pagi, terutama bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, banyak pihak telah mengkritik kebijakan ini, termasuk akademisi, politikus, serikat guru, lembaga perlindungan anak, komedian, dan bahkan orang tua serta pelajar. Mereka menganggap perumusan kebijakan ini tak hanya minim deliberasi dan partisipasi masyarakat, namun juga dibuat secara terburu-buru dan tanpa kajian akademik yang jelas.