Radio Rodja 756 AM

Adab-Adab Berhari Raya


Listen Later


Adab-Adab Berhari Raya adalah kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Ahad, 22 Ramadhan 1445 H / 2 April 2024 M.



Kajian Tentang Adab-Adab Berhari Raya



Dalam bahasa Arab hari raya adalah ‘id (عيد). Disebutkan dalam Lisanul Arab bahwa ‘id berasal dari kata ‘aada yauudu yang artinya kembali. Karena dia kembali setiap tahun. Ada yang mengatakan bahwa ‘id dari kata adat atau kebiasaan. Karena mereka terbiasa merayakannya.



Berkata Ibnul Arabi, “Disebut ‘Id karena ia setiap tahun kembali dengan kegembiraan yang baru.”



Sementara Al-Alamah Ibnu Abidin berkata, “Disebut ‘id karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki macam-macam ihsan kepada hamba-hambaNya yang Allah berikan. Di antara ihsanNya Allah Subhanahu wa Ta’ala yaitu setelah sebulan penuh kita berpuasa, maka di hari ‘id kita diizinkan kembali untuk makan, disyariatkan adanya sedekah zakat fitr. Adapun di hari raya di situ ada ihsannya Allah Subhanahu wa Ta’ala berupa ibadah yang agung seperti haji, berkurban dan yang lainnya. Karena biasanya di hari raya itu kita gembira.”



Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan hari raya umat Islam hanya dua saja, yaitu hari raya Idul Fitr dan Idul Adha. Anas bin Malik berkata,



قدِمَ النبي صلى الله عليه وسلم ولأهلِ المدينةِ يومانِ يلعبونَ فيهما في الجاهليةِ ، فقال : قدمتُ عليكم ولكمْ يومانِ تلعبونَ فيهما في الجاهليةِ ، وقد أبدلكُم اللهُ بهما خيرا منهما : يومٌ النحرِ ، ويومُ الفطرِ



“Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam datang dalam keadaan penduduk kota Madinah memiliki dua hari raya dimana mereka di hari raya tersebut bermain di masa jahiliyah.” Maka beliau bersabda, “Aku datang kepada kalian dan kalian memiliki dua hari yang kalian biasa bermain padanya dimasa jahiliah. Dan Allah telah mengganti dua hari itu dengan dua hari yang lain yang lebih baik, yaitu Idul Adha dan Idul Fitr.” (HR. Abu Dawud)



Dua hari raya ini adalah pilihan langsung dari Allah. Allah langsung yang mensyariatkannya. Dan dua hari raya ini berhubungan dengan dua rukun Islam yang sangat agung. Idul fitr berhubungan dengan puasa Ramadhan, adapun Idul Adha berhubungan dengan Haji dan qurban. Pada dua hari raya tersebut Allah mengampuni jamaah haji, demikian pula orang-orang yang berpuasa. Juga Allah menebarkan kasih sayangNya kepada seluruh hamba-hambaNya yang taat.



Jadi, hari raya dalam Islam bukan sebatas hari raya biasa, tapi ia berhubungan dengan dua ibadah yang sangat agung sekali yang merupakan rukun Islam. Yaitu puasa Ramadhan dan Haji. Dua amalan ini menyebabkan pelakunya digugurkan dosa-dosanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.



Adab-Adab Berhari Raya



Bertakbir membesarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala



Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Baqarah,



…وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ



“Dan agar kalian menyempurnakan bilangan bulan Ramadhan dan bertakbir membesarkan Allah atas petunjuk yang diberikanNya (dalam ibadah-ibadah yang agung ini), agar kalian bersyukur.” (QS. Al-Baqarah[2]: 185)



Maka ketika seseorang dapat berpuasa Ramadhan, berhaji ke Baitullah, atau kita berqurban dengan menyembelih hewan yang telah Allah tetapkan, dengan ibadah itu kita bersyukur. Subhanallah!



Para ulama berbeda pendapat tentang kapan mulai takbir. Jumhur ulama mengatakan bahwa mulai bertakbir itu semenjak pagi hari saat kita kelua...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings