Adab-Adab Shalat Malam ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 24 Rabi’ul Awal 1445 H / 9 Oktober 2023 M.
Download kajian sebelumnya: Shalat Malam
Kajian Tentang Adab-Adab Shalat Malam
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang adab-adab yang berkaitan dengan qiyamul lail. Untuk mencapai qiyamul lail yang baik, kita perlu memperhatikan adab-adab yang berkaitan dengan pelaksanaannya. Terdapat banyak hal yang berkaitan dengan adab-adab qiyamul lail.
Persiapan Qiyamul Lail
Ketika ingin melaksanakan qiyamul lail, kita perlu persiapan dengan melakukan hal-hal yang memudahkan untuk melakukannya. Persiapan ini di antaranya:
1. Tidur Qailulah
Melakukan tidur qailulah di siang hari, jika ini mudah bagi kita. Tidur qailulah atau tidur sebentar di tengah siang, ini membantu mengurangi rasa kelelahan di malam hari. Ketika tidak terlalu lelah, maka untuk bangun di tengah malam menjadi lebih mudah. Berbeda kalau seseorang menggunakan waktu siangnya full untuk kegiatan, maka malamnya akan menjadi sangat lelah, akhirnya sulit untuk bangun di tengah atau akhir malam.
Maka usahakanlah untuk tidur sebentar di tengah hari. Ini diperintahkan oleh nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Perintah tersebut sifatnya anjuran.
2. Tidur setelah shalat isya
Setelah shalat Isya, segeralah tidur. Jangan mengakhirkan tidur di malam hari. Disamping ini tidak baik untuk kesehatan, ini juga tidak baik untuk shalat malam. Orang yang tidur terlalu larut malam, seperti jam 11.00 atau jam 12.00, maka akan merasa berat dan sulit untuk bangun shalat malam. Jika mereka memaksakan diri untuk shalat malam setelah tidur, maka kekhusyukan dalam shalatnya akan berkurang, hal ini karena tubuhnya belum cukup beristirahat.
Nabi kita, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, disebutkan dalam hadits:
كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dahulu tidak suka tidur sebelum shalat isya, dan beliau tidak suka ngobrol setelah shalat Isya.” (HR. Bukhari)
Kebiasaan beliau adalah beliau tidur tidak lama setelah shalat isya. Meskipun ada beberapa kesempatan dimana beliau tidak langsung tidur tapi ngobrol dengan istrinya, tentu di sini ada maslahat syar’i. Mungkin beliau membahas tentang masalah yang dihadapi oleh sebagian sahabatnya atau yang lainnya, tapi ini bukan kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka jika ada maslahat yang lebih besar, maka sesekali tidak ada masalah untuk mengakhirkan tidur. Tapi ini tetep akan berpengaruh kepada mudahnya kita shalat malam.
3. Mengatur tempat tidur
Selain itu, kita perlu mengatur tempat tidur kita agar tidak sulit untuk bangun di malam hari. Tempat tidur yang terlalu mewah, empuk, dengan bantal dan kasur yang nyaman, maka ini akan membuat kita terlalu nyaman tidur di sana, sehingga sulit untuk bangun malam.
Lihatlah bagaimana keadaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika beliau tidur.