Renungan Pagi

Ajarkanlah Berulang-Ulang


Listen Later

Renungan pagi : AJARKANLAH BERULANG-ULANG.

 

Ulangan 6:7, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.


Hal mengasihi Allah harus diajarkan secara berulang-ulang. Ini menunjukkan bahwa mengasihi Allah adalah sesuatu yang sangat sangat penting. Bahkan kalau kita melihat petunjuk tehnisnya agar firman Allah ini dapat dilaksanakan, kita akan menyadari, Allah serius sekali dengan perintah-Nya ini. Tidak ada kebenaran lain di mana Allah perlu membuat secara detail petunjuk tehnisnya supaya kebenaran itu dapat dilakukan oleh setiap orang percaya, kecuali di dalam hal kasih akan Dia.


Petunjuk tehnis yang pertama adalah :

Mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anak. Kata Ibrani untuk berulang-ulang adalah “shanan” yang berarti mengasah atau menajamkan, biasanya pedang atau anak panah. Kata ini dipakai sebagai simbol untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan berulang-ulang seperti orang mengasah sesuatu dengan tujuan untuk menajamkannya. 


Tanggung jawab utama orang tua adalah mendidik anak-anak mereka untuk menjadi anak-anak yang mencintai Tuhan. Banyak orang tua Kristen masa kini yang menyerahkan pendidikan rohani anak-anak mereka sepenuhnya kepada gereja, kepada pendeta, pemimpin kamu muda, pemimpin anak remaja,  atau kepada guru-guru sekolah Minggu. Mereka berpikir bahwa gereja atau sekolah minggu memiliki orang-orang yang lebih handal dalam memberikan bimbingan rohani kepada anak-anak mereka. Ini jelas sesuatu salah kaprah. Orang tualah yang menjadi penanggung jawab utama dalam hal ini. Seperti yang Amsal 1:8, katakan : Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu.


Orang tua tidak boleh hanya berharap kepada khotbah atau pelajaran Alkitab setiap hari Minggu dari seorang hamba Tuhan atau seorang pendeta, untuk memberi “makanan rohani” bagi anak-anak mereka. Orang tualah yang harus secara rutin dan dalam segala kesempatan menyampaikan kebenaran firman Tuhan secara berulang-ulang kepada anak-anak mereka.


Saudaraku, khususnya para ayah dan kepala keluarga, kita ada di zaman di mana arus informasi membanjir tak terbendung ke dalam seluruh aspek indera kita manusia. Memenuhi ruang-ruang hati dan pikiran dengan segala macam berita yang bisa membawa kita, khususnya anak-anak kita menjauh dari Tuhan. Kenikmatan badaniah yang ditawarkan dan dikejar banyak orang, paham kebendaan atau materialism yang diperagakan oleh dunia, sebagai suatu ukuran yang perlu dicapai seseorang adalah sebuah tantangan iman yang nyata, yang saya percaya hanya bisa dikalahkan kalau anak-anak kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. 


Karena ketidakmengertian atau karena ketidakpedulian kepada firman Allah, banyak orang tua justru mengajarkan dan memberikan teladan bagaimana caranya anak-anak mereka beroleh kesuksesan. Bagaimana anak-anak itu menjadi orang yang dipandang hebat oleh orang lain melalui prestasi, uang dan pencapaian lainnya. Berapa banyak orang tua yang secara sadar dan sungguh-sungguh mendidik anak-anak mereka pertama-tama untuk mengasihi Tuhan lebih dari apapun yang patut dikasihi? 


Saudaraku, letakkanlah dasar dalam hati anak-anak kita bahwa hal terutama dan pertama yang sangat mereka perlukan adalah mengasihi Allah. Saya mengulang pernyataan saya kemarin, perintah ini dirancang oleh Allah bukan untuk memberatkan hidup kita, justru sebaliknya, demi kebaikan dan kebahagiaan kita. Karena kita memang diciptakan untuk Dia, untuk memiliki hubungan kasih dengan Dia. Dengan pertolongan Tuhan, mari kita ajarkan hal ini berulang-ulang kepada anak-anak kita.


Saya Theo Barahama, mari pancarkan Kerajaan Sorga dari rumah kita.

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Renungan PagiBy GPdI Ujung Menteng