Allah Pemilik Kekuasaan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Ayat-Ayat Ahkam. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Kamis, 3 Muharram 1443 H / 12 Agustus 2021 M.
Ceramah Agama Islam Tentang Allah Pemilik Kekuasaan
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Katakanlah: ‘Wahai Allah pemilik kekuasaan, Engkau memberikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau mencabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau menghinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tanganMu segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau mampu untuk melakukan segala sesuatu.’” (QS. Ali-Imran[3]: 26)
Ayat yang mulia ini mengandung banyak sekali pelajaran dan faidah.
Pertama, pengajaran Allah ‘Azza wa Jalla kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menyerahkan segala urusan hanya kepadaNya. Ini ada dalam firmanNya: “Katakanlah: Ya Allah, pemilik kekuasaan…” seruan ini ditujukan kepada Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan juga kepada umatnya. Karena Rasul kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan suri tauladan yang baik dan imam untuk kita.
Kedua, penjelasan tentang kekuasaan Allah yang sempurna. Hal ini dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Wahai pemilik kekuasaan…“.
Ketiga, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kekuasaan kepada siapa yang Allah kehendaki (tetapi belum tentu Allah ridhai). Hal ini dengan dasar firman Allah: “Engkau memberikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki“.
Keempat, kekuasaannya makhluk bukan kekuasaan yang berdiri sendiri (tidak merdeka). Tetapi kekuasaan makhluk itu didasari dengan adanya pemberian (tentunya yang memberi adalah Allah). Dimana Allah berfirman: “Engkau memberikan kekuasaan“.
Kekuasaan dengan dasar pemberian maka tidak diragukan bahwa ia kurang dari kekuasaan yang memberi. Oleh karena itu telah datang dalam hadits yang shahih, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى
“Tangan yang berada di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.” (Muttafaqun ‘alaih)
Kelima, penetapan tentang sifat masyiah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Artinya Allah Subhanahu wa Ta’ala berkehendak. Ini diambil dari firman Allah: “Engkau memberikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, Engkau mengambil kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau memuliakan siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau menghinakan siapa saja yang Engkau kehendaki.”
Segala perkara yang dihubungkan oleh Allah dengan masyiah, maka dia terbangun diatas hikmah yang besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا
“Masyiah kalian bergantung dengan masyiah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Insan[76]: 30)
Keenam, ayat ini menjelaskan kesempurnaan kekuasaan Allah. Dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mengharamkan kekuasaan dari siapa orang yang Allah kehendaki, kemudian mencabutnya setelah orang itu mendapatkan kekuasaan dari yang Allah kehendaki. Dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: R...