Radio Rodja 756 AM

Ancaman Siksa Kubur Akibat Ghibah dan Air Kencing


Listen Later

Ancaman Siksa Kubur Akibat Ghibah dan Air Kencing merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah كتاب صحيح الترغيب والترهيب (kitab Shahih At-Targhib wa At-Tarhib) yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Rabu, 16 Muharram 1443 H / 25 Agustus 2021 M.

Download kajian sebelumnya: Ancaman Dari Berbicara Saat Buang Air
Kajian Hadits Ancaman Siksa Kubur Akibat Ghibah dan Air Kencing
Hadits ke-158
Dari Ibnu Abbas -semoga Allah meridhainya- ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
عامة عذاب القبر في البول فاستنزهوا من البول
“Kebanyakan adzab kubur karena air kencing, maka berhati-hatilah kalian dari air kencing.” (HR. Al-Bazzar, Thabrani, Al-Hakim)
Hadits ini menunjukkan bahayanya kalau kita tidak berhati-hati dari air kencing. Karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa kebanyakan adzab kubur gara-gara air kencing. Maka hendaklah kita berhati-hati dan perhatian dalam masalah ini.
Hadits ke-159
Dari Anas -semoga Allah meridhainya- ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
تنزهوا من البول فإن عامة عذاب القبر من البول
“Sucikan diri kalian (hati-hati) dari air kencing, karena kebanyakan adzab kubur itu dari air kencing.” (HR. Ad-Daruquthni)
Ini menunjukkan tentang penting sekali kita untuk berhati-hati dari air kencing.
Hadits ke-160
Dari Abu Bakrah Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata:
بينما النبي صلى الله عليه وسلم يمشي بيني وبين رجل آخر إذ أتى على قبرين فقال إن صاحبي هذين القبرين يعذبان فائتياني بجريدة
“Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berjalan antara aku dengan seseorang yang lain, tiba-tiba beliau mendatangi dua kuburan. Lalu Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya dua penghuni kubur ini sedang diadzab, maka tolong carikan kepadaku pelepah kurma.’
Abu Bakrah berkata: ‘Maka aku berlomba dengan temanku untuk mencari pelepah kurma dan aku berhasil menemukannya dan membawanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.’ Nabi membelah dua pelepah tersebut, kemudian Nabi menanam sobekan pelepah yang satu di kuburan ini dan satu lagi di kuburan yang lain. Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لعله يخفف عنهما ما دامتا رطبتين إنهما يعذبان بغير كبير الغيبة والبول
‘Semoga keduanya diringankan siksanya selama pelepah ini masih basah. Sesungguhnya keduanya sedang diadzab dengan sesuatu yang tidak dianggap besar olehnya; yaitu ghibah dan kencing.'” (HR. Thabrani, Ibnu Majah)
Pada hadits ini terlihat betapa para sahabat berlomba-lomba untuk mempraktikkan perintah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka kewajiban kita pun juga demikian. Kita berusaha untuk berlomba-lomba mempraktikkan perintah dan meninggalkan larangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Apakah sunnah menanam pohon di kuburan?
Perbuatan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menanam pelepah kurma apakah ini menunjukkan disunahkan menanam tanaman di kuburan? Jawabanya tidak. Sebab kalau itu sunnah tentu tidak hanya pada dua kuburan itu saja, tapi semua kuburan yang lainnya. Ternyata tidak pernah kita mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendatangi kuburan baqi’ yang itu isinya kuburan kaum muslimin lalu satu persatu kuburan itu ditanam oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ini tidak pernah dilakukan. Maka perbuatan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ini tidak bisa dijadikan sebagai sebuah keumuman.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings