Angin. Tak kusandingkan jiwa pada angin, sebab angin tak bisa menjadi dinding, yang ikhlas menyangga raga tak bertenaga. Tegas mengamankan batas, diantara dingin dan panas.. Angin tak genggam harapan, setelah sesaat menjamahi badan , bergegas berlalu bersama waktu. Angin hidup di masa lalu. Tak kusandarkan asa pada angin, sebab angin tak bisa setiap waktu, menjadi titik tumpu sebelah kakiku. Semilirnya menyegarkanku, tapi tak mampu menggerakkan detak jantung dan darahku.