Radio Rodja 756 AM

Anjuran Mengcross-Check Berita Sebelum Menyebarkan


Listen Later


Anjuran Mengcross-Check Berita Sebelum Menyebarkan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 27 Jumadal Akhir 1445 H / 09 Januari 2024 M.



Kajian sebelumnya: Haramnya Mengarang Mimpi







Kajian Tentang Anjuran Mengcross-Check Berita Sebelum Menyebarkan



Kata Imam An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala باب الحثّ عَلَى التثبت فيما يقوله ويحكيه (Bab anjuran agar seseorang mengcross-check berita atau perkataan yang diucapkannya atau yang diceritakan kepada orang lain).



Seseorang wajib memeriksa apakah sebuah berita benar atau tidak. Misalnya, seseorang mendapat berita melalui medsos atau yang lainnya. Kemudian, berita itu tidak jelas akan kebenarannya. Kita diperintahkan oleh agama Allah untuk cross-check berita itu sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Ini sangat penting, apalagi kita hidup di era medsos yang mencakup hampir seluruh kalangan manusia. Medsos ini menyebabkan apa yang kita dengar terkadang ada yang benar, ada yang tidak benar. Dan terkadang hanya melalaikan kita dari mengingat Allah dan membuang-buang waktu dan umur.



Oleh karena itu, sudah seyogianya kita lebih selektif dalam menerima informasi, karena di medsos itu kebanyakan orang-orang yang kita tidak kenal. Kita hanya mengetahui sebagian dari mereka. Demikian pula, (kita juga tidak mengetahui) apa motivasi mereka dalam mengirim berita. Oleh karena itu, mari kita betul-betul selektif, betul-betul kita cross-check apabila ada informasi atau berita yang kita ragu terhadap berita tersebut atau kita mendapatkan dari orang yang tidak kita kenal atau yang lainnya. Agama kita telah mengatur semuanya karena apa yang diucapkan dan disampaikan kepada orang lain akan menjadi pertanggungjawaban kita.



Ini telah disebutkan oleh Al-Qur’anul Karim, di antaranya firman Allah dalam Surah Al-Isra’ ayat yang ke-36. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:



وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا



“Dan jangan kamu berbicara sesuatu yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya. Karena sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati ini akan ditanya oleh Allah Taala.” (QS. Al-Isra'[17]: 36)



Hendaknya kita berbicara apa yang kita ketahui, yang kita mempunyai ilmu tentangnya. Adapun yang kita tidak mempunyai ilmu tentangnya, jangan berbicara, karena semua akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat kelak. Itu latar belakangnya mengapa kita dilarang berbicara tanpa ilmu, dilarang menyampaikan informasi tanpa ada kepastian akan kebenaran informasi yang kita sampaikan kepada orang lain.



Ini telah diingatkan oleh Al-Qur’anul Karim sebelum ada peringatan-peringatan tentang hoax, yang itu menjadi Peraturan Pemerintah. Makanya benar, Islam ini adalah agama untuk semua kalangan, siapapun manusia, dan dimanapun dia, serta kapanpun, Islam tetap relevan dengan zaman, karena Islam adalah agama terakhir yang Allah turunkan kepada RasulNya yang terakhir, Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.



Kemudian, juga Allah Taala berfirman tentang pertanggungjawaban ini dalam Surah Qaf ayat ...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings