
Sign up to save your podcasts
Or


Pameran Tunggal Timoteus Anggawan Kusno
Wawancara Seniman: TIMOTEUS ANGGAWAN KUSNO
Pada tanggal 9 Juli 2021, kurator Manshur Zikri melakukan wawancara dengan seniman Timoteus Anggawan Kusno (Angga) di koridor galeri CEMETI - Institut untuk Seni dan Masyarakat. Wawancara yang dilakukan pada sore hari ini merupakan bagian dari rangkaian pameran tunggal Timoteus Anggawan Kusno, berjudul "Ghost Light", yang dipamerkan di Cemeti - Institut untuk Seni dan Masyarakat pada tanggal 16 Juni - 24 Juli 2021.
Karena kebijakan PPKM yang berlaku di Yogyakarta kala itu, pameran hanya dibuka pada hari pertama. Sesi kunjungan harian ke pameran tersebut ditunda selama beberapa waktu. Kunjungan pameran dapat dilakukan secara terbatas pada tanggal 7 Agustus 2021 untuk audiens undangan. Wawancara eksklusif ini dilakukan sebagai cara untuk mengisi kekosongan acara bincang seniman (artist talk) yang biasanya dilakukan secara luring.
Informasi profil acara pameran Ghost Light: https://cemeti.art/2021/06/09/ghost-light/
Dalam wawancara ini, Zikri menggali pandangan-pandangan Angga tentang seni, terutama mengenai fiksi yang dengan sadar dipilih oleh si seniman sebagai kunci untuk mengkritisi sekaligus mendekonstruksi wacana sejarah yang mapan. Selain itu, percakapan mereka juga mendalami visi artistik, eksperimentasi estetika, dan metode kolaborasi yang dipilih dan dikembangkan oleh Angga, serta kaitannya dengan isu-isu yang berhubungan dengan konsep Niskala yang menjadi subject matter dalam riwayat karya keseniannya. Pendalaman itu lantas direlasikan dengan latar belakang persoalan ataupun gagasan yang mendorong pelaksanaan proyek Ghost Light.
By Cemeti InstitutePameran Tunggal Timoteus Anggawan Kusno
Wawancara Seniman: TIMOTEUS ANGGAWAN KUSNO
Pada tanggal 9 Juli 2021, kurator Manshur Zikri melakukan wawancara dengan seniman Timoteus Anggawan Kusno (Angga) di koridor galeri CEMETI - Institut untuk Seni dan Masyarakat. Wawancara yang dilakukan pada sore hari ini merupakan bagian dari rangkaian pameran tunggal Timoteus Anggawan Kusno, berjudul "Ghost Light", yang dipamerkan di Cemeti - Institut untuk Seni dan Masyarakat pada tanggal 16 Juni - 24 Juli 2021.
Karena kebijakan PPKM yang berlaku di Yogyakarta kala itu, pameran hanya dibuka pada hari pertama. Sesi kunjungan harian ke pameran tersebut ditunda selama beberapa waktu. Kunjungan pameran dapat dilakukan secara terbatas pada tanggal 7 Agustus 2021 untuk audiens undangan. Wawancara eksklusif ini dilakukan sebagai cara untuk mengisi kekosongan acara bincang seniman (artist talk) yang biasanya dilakukan secara luring.
Informasi profil acara pameran Ghost Light: https://cemeti.art/2021/06/09/ghost-light/
Dalam wawancara ini, Zikri menggali pandangan-pandangan Angga tentang seni, terutama mengenai fiksi yang dengan sadar dipilih oleh si seniman sebagai kunci untuk mengkritisi sekaligus mendekonstruksi wacana sejarah yang mapan. Selain itu, percakapan mereka juga mendalami visi artistik, eksperimentasi estetika, dan metode kolaborasi yang dipilih dan dikembangkan oleh Angga, serta kaitannya dengan isu-isu yang berhubungan dengan konsep Niskala yang menjadi subject matter dalam riwayat karya keseniannya. Pendalaman itu lantas direlasikan dengan latar belakang persoalan ataupun gagasan yang mendorong pelaksanaan proyek Ghost Light.