Ayat-Ayat Allah Yang Tertulis dan Yang Terlihat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Al-Fawaid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada Kamis, 19 Dzulqa’dah 1444 H / 08 Juni 2023 M.
Ceramah Agama Islam Tentang Ayat-Ayat Allah Yang Tertulis dan Yang Terlihat
Allah Subhanahu wa Ta’ala memperkenalkan diri-Nya kepada hamba-hamba-Nya dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya dengan cara Allah mengajak makhluk-Nya untuk memperhatikan ciptaan-Nya yang besar dan indah untuk kita berdalil tentang kesempurnaan sifat-sifat Allah. Hal ini sebagaimana Allah juga mengajak kita untuk membaca dan merenungkan Al-Qur’an, karena di sinilah Allah menjelaskan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Oleh karena itu, meskipun manusia secara fitrah dilahirkan dalam keadaan mengenal Allah, ini belum cukup. Manusia juga perlu mendalami pengenalan tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an ataupun tanda-tanda kekuasaan Allah pada makhluk-Nya yang bisa kita saksikan.
Cara Mengenal Allah
Ada dua cara untuk mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pertama, dengan memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya pada makluk-Nya.
وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ ﴿٢٠﴾ وَفِي أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ ﴿٢١﴾
“Dan di permukaan bumi ini terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang yakin dan juga pada dirimu sendiri. Apakah kamu tidak menyaksikannya?” (QS. Az-Zariyat[51]: 20-21)
Melihat makhluk (apalagi yang besar) dan makhluk-makhluk yang teratur, dan indah, seperti pergantian siang dan malam, matahari, bulan, dan lainnya. Semua ini menunjukkan bahwa pasti yang menciptakannya adalah Yng Maha sempurna ilmu-Nya, Maha Sempurna kekuasaan-Nya dan Maha Tinggi Hikmah-Nya. Karena Dia menempatkan segala sesuatu tepat pada tempatnya.
Kedua, dengan cara memikirkan dan merenungkan ayat-ayat Allah yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Maka makhluk Allah itu adalah tanda-tanda yang bisa disaksikan, sedangkan ayat-ayat Al-Qur’an adalah tanda-tanda yang bisa didengarkan dan dipikirkan maknanya serta direnungkan isinya.
Contohmemperhatikan ayat-ayat Allah berupa makhluknya, disebutkan dalam firman Allah:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ…
“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam, dan juga bahtera yang berlayar di lautan untuk mendatangkan hal-hal yang bermanfaat bagi manusia…” (QS. Al-Baqarah[2]: 164)
Sampai di akhir ayat ini terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah.
Kemudian juga firman Allah:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, dan pergantian siang dalam malam benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 190)
Dan ini banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. Hal ini adalah untuk memperkuat keyakinan kita dan tunduk di hadapan kemahakuasaan Allah.
Adapun ayat-ayat yang bisa kita renungkan dan pikirkan maknanya, contohnya adalah dalam firman Allah:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ…
“Apakah mereka tidak merenungkan (memikirkan makna dan menghayat...