Ayat-Ayat Nabi dan Mengimaninya merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 14 Syawal 1443 H / 15 Mei 2022 M.
Kajian sebelumnya: Perintah Dengan Iman dan Berlindung Kepada Allah Ketika Ada Godaan Setan
Kajian Hadits Ayat-Ayat Nabi dan Mengimaninya
Yang dimaksud dengan “ayat” di sini adalah mukjizat. Dan sebetulnya penamaan mukjizat dengan ayat itu lebih bagus. Karena “ayat” adalah lafadz yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan hadits.. Hadits nomor 19:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ مَا مِنْ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا قَدْ أُعْطِيَ مِنْ الْآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَى اللَّهُ إِلَيَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
“Dari Abu Hurairah -semoga Allah meridhainya- ia berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Tidak ada seorangpun Nabi kecuali telah diberikan dari mukjizat yang membuat manusia beriman kepadanya. Dan sesungguhnya yang diberikan kepadaku (Al-Qur’an) adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadaku. Maka aku berharap sekali menjadi Nabi yang paling banyak pengikutnya nanti pada hari kiamat.'” (HR. Muslim)
“Tidak ada seorangpun Nabi kecuali telah diberikan dari mukjizat yang membuat manusia beriman kepadanya.” Artinya mukjizat tersebut tidak bisa ditolak oleh akal manusia dan setiap orang yang melihatnya pasti akan yakin bahwa itu tidak mungkin perbuatan manusia, tapi itu pasti perbuatan dari pencipta alam semesta.
Setiap Nabi diberikan oleh Allah ayat (mukjizat) yang menjadikan orang yang melihatnya seharusnya beriman.
Oleh karena itu Firaun ketika melihat mukjizat Nabi Musa, sebetulnya Firaun yakin akan kebenaran Nabi Musa. Makanya Allah mengatakan:
وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا
“Mereka mengingkari risalah Nabi Musa padahal hati mereka yakin akan kebenarannya.” (QS. An-Naml[27]: 14)
“Dan sesungguhnya yang diberikan kepadaku (Al-Qur’an) adalah wahyu yang Allah wahyukan kepadaku.” Dalam hal ini ada dua pendapat ulama. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud adalah bahwa setiap Nabi diberikan mukjizat. Adapun mukjizatku yang paling besar yaitu Al-Qur’an.
Pendapat yang kedua adalah bahwa mukjizat-mukjizat yang Allah berikan kepada para Nabi itu sudah tidak terlihat lagi. Sedangkan mukjizat yang Allah berikan kepada Rasulullah berupa Al-Qur’an akan terus terlihat/dibaca oleh manusia sampai hari kiamat. Makna kedua ini yang dirajihkan oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah.
Dari hadits ini kita ambil faidah:
Setiap Nabi memiliki mukjizat
Hadits ini menunjukkan bahwa setiap Nabi memiliki mukjiza dan biasanya mukjizat para Nabi itu disesuaikan dengan keadaan kaumnya. Di zaman Nabi Musa ilmu sihir pada puncak keemasannya. Maka Allah berikan mukjizat dengan sesuatu yang seperti sihir tapi bukan sihir.
Dimana para penyihir bisa menipu mata manusia, mereka lemparkan tali-tali itu sehingga terlihat ular (padahal sebetulnya itu tipuan saja). Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan mukjizat kepada Nabi Musa tongkat yang Allah perintahkan Nabi Musa untuk lemparkan dan berubah menjadi ular asli (bukan tipuan). Sehingga akhirnya ketika para penyihir melihat tongkat yang beru...