Bab Arwah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Al-Adabul Mufrad. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. pada Senin, 7 Jumadil Awal 1445 H / 20 November 2023 M.
Kajian Islam Tentang Bab Arwah
Kita sampai ke bab 401, bab tentang arwah. Arwah adalah bahasa Indonesia yang diambil dari bahasa Arab. Arwah adalah kata jamak untuk ruh atau roh. Biasanya orang menyebut roh, tetapi jamaknya arwah. Dan tidak ada arwah gentayangan. Yang gentayangan adalah jin yang hidup di tengah-tengah manusia.
Kita tidak tahu banyak tentang roh atau arwah ini. Allah ‘Azza wa Jalla menyebutkan di dalam Al-Qur’an:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
“Mereka bertanya tentang ruh. Katakanlah: ‘Ruh itu urusan Tuhanku, dan tidaklah kalian diberikan ilmu tentang ruh kecuali sedikit.'” (QS. Al-Isra'[17]: 85)
Salah satu ilmu tentang ruh yang akan kita baca di sini adalah di mana arwah itu bagaikan tentara-tentara yang dikelompokkan. Ketika kita bicara tentang tentara, mereka itu dikelompokkan; ada yang bagian penjalan kaki, mungkin ada yang bagian penembak, ada yang bagian pemanah, ada yang bagian pelari, dan ruh manusia seperti itu.
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
الأرواح جنود مجندة فما تعارف منها ائتلف وما تناكر منها اختلف
“Arwah itu ibarat tentara yang dikelompokkan, di antara ruh yang saling mengenal maka dia akan cocok, dan yang tidak saling mengenal maka dia akan berselisih.” (HR. Bukhari)
Kalau kita lihat penjelasan ulama berkaitan dengan “ruh yang saling mengenal akan cocok, dan yang tidak saling mengenal, maka dia akan berselisih (tidak nyaman).” Disebutkan bahwa ini mengisyaratkan tentang kecocokan dalam kebaikan dan keburukan, dalam keshalihan dan kerusakan. Dimana orang yang baik akan terdorong untuk mencari dan berkumpul dengan orang yang baik pula, sedangkan orang yang jahat, maka kumpulannya denga orang jahat pula. Jadi, sesuai dengan kondisi roh itu.
Bahkan dikatakan, orang kalau salah kumpul, dia tidak akan nyaman. Lama-kelamaan, dia akan meninggalkan tempat perkumpulannya itu.
Kalau kita lihat, misalnya ada geng motor, mereka berkumpul karena ada kecocokan di antara mereka. Nanti kalau tidak sesuai, maka mereka akan saling berpisah. Tapi boleh jadi juga kecocokan itu dibentuk dengan lingkungan. Dimana ada sebagian orang, mungkin yang jahat, kemudian dikumpulkan dengan orang-orang baik, maka lama-kelamaan dia jadi baik, sehingga rohnya berubah. Ini di antara makna hadits yang baru saja kita baca.
Pendapat yang kedua, hadits ini bercerita tentang awal penciptaan, dimana disebutkan bahwasanya arwah itu diciptakan sebelum jasad. Makanya nanti Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan kepada malaikat untuk meniupkan ruh, ketika janin berumur 120 hari.
Dan disebutkan bahwasanya roh ini, sebelum dimasukkan ke jasad, dia berkumpul dengan roh-roh yang lainnya, mereka saling berjumpa. Di alam arwah sana, yang cocok berkumpul. Kemudian ketika nanti dimasukkan ke dalam jasad, nanti roh ini bertemu dengan roh yang lain yang ada di jasad yang lainnya.