Radio Rodja 756 AM

Bab Doa dalam Shalat


Listen Later


Bab Doa dalam Shalat merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 29 Sya’ban 1445 H / 10 Maret 2024 M.







Mukaddimah: Bulan Ramadhan adalah Nikmat



Semua orang yang beriman bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan yang mulia ini. Karena ia adalah pemberian dari Allah yang sangat Agung. Bulan Ramadhan itu hakikatnya nikmat, namun yang merasakannya hanyalah orang-orang yang beriman. Dari sisi apa nikmat?



Pertama, karena di bulan Ramadhan kita mendapatkan janji ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,



من صَام رمضان إيِمَانًا واحْتِسَابًا، غُفِر له ما تَقدَّم من ذَنْبِه…



“Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan berharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang shalat malam di malam-malam bulan Ramadhan, karena iman dan berharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang qiyam di malam Lailatul Qadr karena iman dan berharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”



MasyaAllah, ini kenikmatan dan kesempatan yang luar biasa, karena ampunan Allah tentunya segala-galanya. Ampunan Allah sangat kita butuhkan, apalagi nanti di hari kiamat. Kita berharap dengan datangnya bulan Ramadhan, kita mendapatkan ampunan dari Allah.



Kedua, Di bulan Ramadhan, kita dilatih untuk senantiasa diatas ketaatan. Kita dibiasakan dengan amalan shalih seperti puasa, tarawih, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Saat sahur dan berbuka puasa pun juga merupakan ibadah. Semua ini merupakan wasilah untuk membiasakan diri kita pada ketaatan dan kebaikan. Sehingga setelah Ramadhan pun kita tetap terbiasa diatas kebaikan-kebaikan.



Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin Rahimahullah mengatakan bahwa seseorang wafat di atas kebiasaannya. Maka, kalau kita terbiasa dengan kebaikan dan ketaatan, kita berharap mudah-mudahan kita wafatnya Husnul Khatimah. Di sinilah kesempatan kita untuk membiasakan diri di atas kebaikan dan ketaatan.



Ketiga, karena pahala yang sangat besar yang Allah janjikan untuk kita. Di mana pahala puasa itu tak terhingga. Disebutkan dalam hadits yang dishahih Syaikh Albani Rahimahullah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,



كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ



“Setiap amalan hamba itu dilipat gandakan 10 sampai 700 kali lipat. Allah berfirman, ‘Kecuali puasa, karena ia adalah untukKu, dan Aku yang langsung memberikan balasan untuknya.'” (HR. Muslim)



Ini memberikan pemahaman bahwa pahala puasa itu luar biasa besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makanya, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,



عليك بالصيام فإنه لا مثل له



“Hendaklah kamu berpuasa karena puasa itu tidak ada yang sama dengannya.” (HR. Ahmad, An Nasa’i)



Ini adalah saking besarnya pahala. Kenapa pahala puasa melebihi 700 kali lipat dan tak terbilang? Karena memang di situ mengantung kesabaran. Sedangkan pahala sabar itu tidak terhitung. Allah berfirman,



...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings