Radio Rodja 756 AM

Bacaan Dzikir Pendek


Listen Later

Bacaan Dzikir Pendek adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 28 Sya’ban 1444 H / 21 Maret 2023 M.
Kajian sebelumnya: Membaca Doa Ketika Sujud
Bacaan Dzikir Pendek
Hadits terakhir yang kita bahas adalah hadits Ummul Mukminin Juwairiyah binti Al-Harits Radhiyallahu ‘Anha, salah seorang dari istri Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Pada kesempatan yang lalu sudah dibahas tentang dzikir yang dianjurkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena ketika Nabi akan pergi mengerjakan shalat subuh, Juwairiyah Radhiyallahu ‘Anha sedang berdzikir. Sampai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kembali beliau tetap berada di tempat shalatnya. Sehingga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian mengajarkan agar mengucapkan kalimat-kalimat yang seandainya ditimbang, maka kalimat tersebut telah memadai apa yang diucapkan oleh Juwairiyah Radhiyallahu ‘Anha semenjak Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar dari rumahnya ke masjid sampai kembali. Yaitu mengucapkan tiga kali:
سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
“Maha suci Allah, dan segala puji hanya milikNya sebanyak ciptaanNya, Maha suci Allah sesuai dengan keridhaanNya, Maha suci Allah seberat timbangan ArsyNya, dan sebanyak tinta yang mencatat kalimat-kalimat Allah.” (HR. Muslim)
Lihat: Dzikir Pagi
Kita melihat bahwa kalimat-kalimat ini semuanya adalah pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maha suci Allah, dan segala puji hanya milikNya sebanyak ciptaanNya. Tidak ada yang mengetahui ciptaan Allah kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seseorang memuji dan mensucikan Allah Ta’ala sejumlah ciptaanNya.
Maha suci Allah sesuai dengan keridhaanNya. Ini satu hal yang tentu tidak terbatas. Sehingga ini adalah ucapan yang sangat luar biasa dalam mensucikan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Maha suci Allah seberat timbangan Arsy-Nya. Dari lafadz ini para ulama menyebutkan bahwa makhluk Allah yang paling berat adalah Arsy (singgasana Allah Subhanahu wa Ta’ala). Yang mana Allah Subhanahu wa Ta’ala ada di atasnya. Adapun bagaimana Allah ada di atasnya, wallahu a’lam. Kita tidak mengetahuinya. Tapi Allah memberitahukan dan kita beriman kepada Allah, beriman kepada RasulNya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ
“Allah Yang Maha Pemurah, Dia berada di atas ArsyNya.” (QS. Tha Ha[20]: 5)
Jangan ditanya seperti apa, dan jangan kita menggambarkan sifat-sifat Allah Ta’ala sama dengan sifat makhlukNya. Kita harus yakin keberadaan Allah di atas ArsyNya bukan berarti Allah membutuhkan Arsy. Allah tidak membutuhkan Arsy, tapi seluruh makhlukNya (termasuk Arsy) membutuhkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Ini aqidah Salaf, aqidah para sahabat Radhiyallahu ‘Anhum Ajma’in, aqidah yang diajarkan oleh Al-Qur’anul Karim dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang mana para sahabat berpegang teguh kepadanya.
Allah menginformasikan kepada kita bahwa Allah berada di atas Arsy. Kewajiban kita beriman, bukan kemudian kita benturkan dengan akal kita yang sempit, akal kita yang bisa pikun, akal kita yang bisa lupa, akal kita yang bisa lalai,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings