Radio Rodja 756 AM

Bahaya Setan Terhadap Hati Seorang Muslim


Listen Later


Bahaya Setan Terhadap Hati Seorang Muslim adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 22 Januari 2024 M / 10 Rajab 1445 H.







Kajian Islam Ilmiah Tentang Bahaya Setan Terhadap Hati Seorang Muslim



Dari Sabrah bin Abi Fakih Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:



إنَّ الشَّيطانَ قعدَ لابنِ آدمَ بأطرُقِهِ…



“Sesungguhnya setan selalu duduk di jalan-jalan yang dilewati oleh anak Adam. Setan itu duduk di jalan Islam dan berkata, ‘Apakah engkau akan Islam dan meninggalkan agamamu dan agama nenek moyangmu?’ Maka anak Adam mendurhakai setan dan masuk Islam. Kemudian setan duduk di jalan hijrah yang akan dilewati anak Adam, berkata, ‘Apakah engkau akan berhijrah dan meninggalkan tanahmu dan langit-langitmu? Sesungguhnya perumpamaan orang yang berhijrah seperti kuda yang diikat.’ Ia kembali mendurhakai setan dan berhijrah. Kemudian, setan duduk di jalan jihad, yaitu jihad dengan jiwa dan harta. Ia berkata, ‘Apakah engkau akan berjihad sehingga dibunuh, istrimu dinikahi, dan hartamu dibagi-bagikan?’ Ia kembali mendurhakai setan dan ia tetap berjihad.



Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang melakukan hal tersebut, maka sungguh berhak bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga, barangsiapa yang terbunuh di medan jihad, maka berhak bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga. Jika ia tenggelam, maka berhak bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga, atau jika ia tertendang binatang yang ia tunggangi, maka berhak bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga.'” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)



Dalam hadits yang kita bacakan tadi, ada penjelasan mengenai bahaya setan terhadap hati seorang muslim. Setan selalu berusaha menghalangi seseorang dari kebaikan dan bersungguh-sungguh untuk menghalanginya dari segala kebaikan yang akan dilakukannya. Semakin baik atau bermanfaat suatu pekerjaan atau ibadah yang akan dilakukan oleh seorang hamba, maka setan akan semakin bersemangat untuk menghalanginya. Permusuhan setan terhadap anak Adam ini telah terjadi sejak dahulu. Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkannya untuk sujud kepada Adam, iblis mengatakan bahwa ia lebih baik daripada Adam. Maka Allah mengeluarkannya dari surga. Iblis meminta untuk ditangguhkan dan dipanjangkan umurnya oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Iblis mengatakan:



قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ‎﴿١٦﴾‏ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ ‎﴿١٧﴾



“Setan mengatakan, ‘Wahai Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, maka sungguh aku akan menghalangi anak Adam dari jalanMu yang lurus. Sungguh aku akan mendatangi dan menggoda mereka dari depan, belakang, kanan, kiri, dan engkau tidak akan mendapatkan kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A’raf[7]: 16-17)



Ayat ini dan semisal dengan ini menjelaskan tipu daya godaan setan yang selalu menggoda anak Adam untuk menghalanginya dari kebaikan dan menjatuhkannya kepada keb...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings