Radio Rodja 756 AM

Bahaya Teman Yang Buruk


Listen Later

Bahaya Teman Yang Buruk merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 8 Jumadil Awal 1443 H / 12 Desember 2021 M.
Kajian sebelumnya: Awal Iman Adalah Ucapan Laa Ilaaha Illallah

Kajian Hadits Bahaya Teman Yang Buruk
Dari Sa’id bin Al-Musayyab, dari ayahnya, ketika Abu Thalib telah hadir kematiannya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam datang. Dan ternyata beliau mendapati di sisi Abu Thalib ada Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Mughirah, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
يَا عَمِّ قُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ, كَلِمَةً أَشْهَدُ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ
“Hai Paman, ucapkan Laa Ilaaha Illallah yang dengan kalimat itu aku akan bersaksi untukmu nanti di sisi Allah.”
Maka berkata Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah: “Hai Abu Thalib, apakah kamu membenci agama Abdul Muthalib?” Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terus mengatakan “Ucapkan Laa Ilaaha Illallah” dan mengulang-ulanginya. Dan ternyata Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah pun juga sama mengatakan demikian terus. Sehingga akhirnya ternyata diakhir hayatnya Abu Thalib menyatakan bahwa dirinya diatas agama ayahnya dan tidak mau mengucapkan Laa Ilaaha Illallah.
Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أَمَا وَاللَّهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ
“Demi Allah, aku akan memohonkan ampunan untukmu selama aku tidak dilarang oleh Allah.” Maka Allah pun menurunkan firmanNya:
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
“Tidaklah Nabi dan orang-orang yang beriman layak untuk memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrikin walaupun mereka karib-kerabat, setelah jelas kepada mereka bahwa mereka penduduk neraka jahanam.” (QS. At-Taubah[9]: 113)
Dan Allah pun turunkan tentang Abu Thalib, Allah berfirman kepada RasulNya:
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Sesungguhnya engkau tidak bisa memberi hidayah kepada siapa yang kamu suka, akan tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada siapa yang Allah kehendaki, dan Allah lebih tahu siapa yang berhak mendapatkan hidayah.” (QS. Al-Qashash[28]: 56)
Hadits ini kita ambil faidah:
Mendatangi orang kafir
Bolehnya mendatangi orang kafir yang sedang sakaratul maut untuk mentalqin Laa Ilaaha Illallah. Kalau antum punya saudara yang kafir kemudian dia menuju kematiannya, maka gunakan kesempatan itu suruh dia mengucapkan Laa Ilaaha Illallah.
Mentalqin mayat
Disyariatkan mentalqin mayat dengan mengucapkan Laa Ilaaha Illallah. Sebagaimana dalam hadits:
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ
“Talqinkan mayat kalian dengan ucapan Laa Ilaaha Illallah.” (HR. Muslim)
Adapun ditalqin dengan “Allah” karena beranggapan Laa Ilaaha Illallah terlalu panjang dan dikhawatirkan hanya mengucapkan Laa Ilaaha, maka kita katakan bahwa jangan menolak dalil dengan akal. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang memerintahkan “Talqinkan mayatmu dengan ucapan Laa Ilaaha Illallah,” lalu kamu tolak dengan mengatakan kasihan mayatnya kepanjangan. Siapa yang lebih tahu tentang kebaikan, kamu atau Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings