Radio Rodja 756 AM

Baiknya Hati dengan Iman


Listen Later


Baiknya Hati dengan Iman adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 18 Safar 1445 H / 4 September 2023 M.







Kajian Islam Ilmiah Tentang Baiknya Hati dengan Iman



Qalbu adalah segumpal daging yang kecil yang berada dalam dada manusia, tetapi sangat berpengaruh. Jika dia baik, maka seluruh badan ikut baik; jika dia rusak, maka seluruh anggota tubuh juga ikut rusak. Dalam hadits Nu’man bin Basyir yang telah dibahas pada kajian sebelumnya, qalbu ini disebut dengan “mudghah,” menunjukkan kecilnya organ ini karena “mudghah” mengisyaratkan tentang segumpal daging yang kecil. Meskipun dia kecil, namun pengaruhnya sangat besar.



Tidaklah seorang manusia melakukan gerakan, diam, atau melakukan kegiatan apapun, atau meninggalkan sesuatu, kecuali mengikuti keinginan segumpal daging ini. Dan tidak mungkin ada anggota tubuh yang tidak nurut pada segumpal daging ini.



Oleh karena itu, jika qalbu seseorang baik, berisi keimanan, ilmu, dan amalan-amalan hati, maka pasti seluruh anggota tubuhnya juga ikut baik. Demikian juga perkataan, amal, dan juga keimanan pun akan menjadi baik.



Maka, seorang hamba sangat perlu untuk memperhatikan kondisi segumpal daging ini. Dia harus berusaha memperbaiki, membersihkan, mensucikan, dan menghilangkan segala kotorannya. Karena ini pengaruhnya sangat luar biasa.



Di antara doa yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, adalah doa yang diriwayatkan dari Sahabat Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa:



اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا



“Ya Allah berilah ketakwaan kepada jiwaku. Sucikanlah jiwaku, karena Engkau adalah sebaik-baik yang mensucikan jiwaku. Engkau adalah pemilik jiwaku, dan Engkau yang mengurusi jiwaku.” (HR. Muslim)



Terkait dengan masalah ini, ada perkara yang harus diperhatikan, dan sangat penting diperhatikan oleh hati, yaitu apa tujuan diciptakannya hati manusia. Tujuan tersebut ternyata adalah mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengikhlaskan agama hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka hati harus mengecek sejauh mana dia mewujudkan tujuan ini. Terkait dengan hal ini, ada dua model hati: pertama, model hati yang baik; dan kedua, model hati yang buruk.



Hati Yang Baik



Adapun model hati yang baik, yaitu hati yang sibuk untuk mentauhidkan Allah, sibuk bertawakal kepada Allah, memikirkan kebaikan, memikirkan ilmu, dan berusaha mewujudkan tauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika ada hati seorang seperti ini, berarti dia telah meletakkan hatinya pada posisi yang tepat. Hati yang seperti ini memiliki dua ciri.



Ciri pertama adalah hati tersebut semangat untuk berilmu tentang kebenaran, semangat untuk mengamalkan kebenaran, tunduk kepada kebenaran, dan berusaha mewujudkan tauhid.



Ciri kedua adalah hati tersebut berusaha menjauh dari kebatilan,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings