"Mah, aku pulang dengan tangan kosong" Perempuan berkepala empat hanya bisa menatapnya iba kepada anak gadisnya. Jauh jauh ke kota sebelah, nihil hasilnya. "Mah, dia bilang jarak—lalu kupermudah dengan singgah ketempatnya. Dan sosoknya tidak pernah menampakkan dirinya" ucapku sebelum berlalu "Ah, sudahlah, mungkin dia sibuk." ujar perempuan berkepala empat itu menghapus kekecewaan anak gadisnya