BELAJAR DARI YANG MATI
Pengkhotbah 2:16 (TB) Karena tidak ada kenang-kenangan yang kekal baik dari orang yang berhikmat, maupun dari orang yang bodoh, sebab pada hari-hari yang akan datang kesemuanya sudah lama dilupakan. Dan, ah, orang yang berhikmat mati juga seperti orang yang bodoh!
Mengapa kita harus belajar dari yang mati? Semua pasti mati. Pengkhotbah 3:19-20 (TB) 19 Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang lain. Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, dan manusia tak mempunyai kelebihan atas binatang, karena segala sesuatu adalah sia-sia. 20 Kedua-duanya menuju satu tempat; kedua-duanya terjadi dari debu dan kedua-duanya kembali kepada debu.
Para Ahli forensik yang biasa menangani orang mati menyimpulkan bahwa kematian bisa menimpa siapa saja dan dengan beragam kasus dan penyebabnya.
Secara ilmiah, nyawa atau jiwa itu nggak ada. Dulu manusia mengira di dalam jasad fisik itu ada jiwa atau nyawa. Kalau manusia mati, jiwa itu lepas. Itu anggapan kuno. Dalam pengertian sains modern jiwa itu tidak ada. Sekarang konsepnya adalah kesadaran. Kesadaran adalah produk metabolisme tubuh, pusatnya di otak. Ketika seseorang mati maka kesadaran itu hilang, karena proses-proses dalam otak tadi tak lagi bekerja. Sama seperti HP yang tak lagi bekerja karena ada komponennya yang rusak.
Hewan juga punya kesadaran. Tapi level kecerdasannya jauh di bawah manusia. Kalau hewan mati yang terjadi persis seperti manusia mati. Kesadarannya hilang karena tak ada lagi proses kimia di otak yang membuat kesadaran itu.
Ternyata ada kesadaran (kehidupan) setelah kematian. Ini yang harus kita pelajari dan fahami. Manusia itu makhluk kekal. Pengkhotbah 3:11 (TB) Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Kehidupan yad ditentukan waktu kita hidup sebelum mati. Lukas 16:25 (TB) Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Hiduplah benar sebelum mati! (CS)