Banyak manusia, meninggalkan perbuatan taat atau menerjang maksiat tanpa pernah beranjak dari kondisi yang dialami. Lalu selalu mengemukakan alasan dari perbuatannya dengan ucapan; “Saya belum dapat hidayah”. Benarkah ucapan ini?
Banyak manusia, meninggalkan perbuatan taat atau menerjang maksiat tanpa pernah beranjak dari kondisi yang dialami. Lalu selalu mengemukakan alasan dari perbuatannya dengan ucapan; “Saya belum dapat hidayah”. Benarkah ucapan ini?