Radio Rodja 756 AM

Berbuka Puasa


Listen Later

Berbuka Puasa adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Sifat Puasa Nabi. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Rabu, 24 Sya’ban 1442 H / 7 April 2021 M.
Kajian Islam Tentang Berbuka Puasa
Pada pertemuan yang sebelumnya kita telah membahas beberapa poin terkait berbuka puasa, yaitu:
1. Kapan Orang Yang Puasa Berbuka ?
Syaikh Abdur Razaq telah meriwayatkan dalam Mushannaf 7591 dengan sanad yang dishahihkan oleh Al-Hafidz dalam Fathul Bari 4/199 dan al-Haitsami dalam Majma’ Zawaid 3/154 dari Amr bin Maimun Al-Audi.
كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْرَعَ النَّاسِ إِفْطَارًاوَأَبْطَاءَ هُمْ سَحُورًا
“Para sahabat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah orang-orang yang paling bersegera dalam berbuka dan paling akhir dalam sahur.”
2. Menyegerakan Berbuka

* Menyegerakan berbuka puasa mendatangkan kebaikan.
* Menyegerakan berbuka puasa adalah Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
* Menyegerakan berbuka puasa adalah menyelisihi Yahudi dan Nasrani.

Dalam hadits-hadits yang sudah disebutkan tadi terdapat berbagai macam faedah, yaitu:
Pertama, agama Islam akan tegak dan kuat dengan menyelisihi ahli kitab di dalam kebiasaan-kebiasaan mereka.
Kedua, berpegang teguh dengan Islam dilakukan secara umum ataupun rinci. Kita sebagai seorang muslim semestinya melaksanakan syariat Islam secara rinci ataupun secara global.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu dalam Islam secara kaffah.” (QS. Al-Baqarah[2]: 208)
Oleh sebab itulah membagi Islam menjadi inti dan kulit adalah pembagian yang bid’ah. Pembagian seperti ini mendorong kaum muslimin hanya memikirkan yang tidak penting dan tidak ada dasarnya dalam agama Islam.
Maka kita sebagai kaum muslimin, umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, senantiasa berusaha mengerjakan syariat Islam baik yang rinci ataupun yang umum, seluruhnya kita kerjakan. Apa saja yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berupa syariat maka kita kerjakan.
Ketiga, bagaimanapun keadaan yang menimpa kaum muslimin, mungkin difitnah dan direndahkan, maka berdakwah kepada Allah tetap terus jalan agar kaum muslimin mengerjakan syariat Islam yang umum ataupun yang rinci. Dan kejadian-kejadian besar yang menimpa umat Islam tidak menjadikan kita membedakan antara syiar-syiar Islam. Dan tidak menjadikan kita untuk mendahulukan sebagian dengan merendahkan sebagian yang lain.
Maka kita tidak mengatakan seperti kebanyakan orang-orang yang mengatakan: “Perkara ini adalah perkara yang dasar, perkara khilafiyah disampingkan dulu, jangan terlalu jelimet, biarkan kita bersatu dulu.” Tidak demikian.
Perhatikanlah ini, wahai engkau para da’i yang berdakwah kepada Allah diatas ilmu pengetahuan, engkau sudah mengetahui bahwa tetapnya dan tegaknya agama terlihat jelas bahwa salah satu penyebabnya adalah dengan menyegerakan berbuka puasa. Yang mana berbuka puasa benar-benar terealisasi dengan terbenamnya matahari.
Maka bertakwalah orang-orang yang mengira bahwa berbuka saat terbenam matahari adalah sebuah keadaan yang merusak. Mendakwahkan untuk menghidupkan hal ini termasuk daripada berdakwah kepada kesesatan dan kebodohan.
Meereka mngatakan bahwa dakwah untuk menyegerakan berbuka puasa adalah dakwah yang tidak ada nilainya. Dan juga mereka berpendapat bahwasanya tidak mungkin kaum muslimin bersepakat atasnya karena dia termasuk perkara-perkara cabang yang terjadi perbedaan pendapat di antara para ulama atau termasuk hanya kulit saja. Semua sangkaan seperti ini tidak benar.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings