BERDASARKAN BUKTI DAN SAKSI
1 Timotius 5:19-20 (TB) 19 Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi. 20 Mereka yang berbuat dosa hendaklah kautegor di depan semua orang agar yang lain itu pun takut.
1 Timotius 5:19-20 (AYT) 19 Jangan menerima tuduhan yang dijatuhkan kepada penatua kecuali didasarkan pada bukti dari dua atau tiga orang saksi. 20 Mereka yang berbuat dosa harus ditegur di hadapan semua orang supaya yang lain menjadi takut berbuat dosa.
Rasul Paulus menasihati anak rohani Timotius seorang Gembala jemaat yang masih muda. Nasihatnya berkata: Jangan menerima tuduhan yang dijatuhkan kepada penatua kecuali didasarkan pada bukti dari dua atau tiga orang saksi.
Tuduhan harus didasarkan bukti atau fakta nyata dari dua atau tiga saksi. Tuduhan terhadap penatua atau pemimpin jemaat (Gembala sidang) tidak bisa sembarangan karena akan berimplikasi luas. Jadi harus sesuai fakta yang terjadi. Rasul Paulus juga mendorong agar pemimpin yang terus menerus berbuat dosa dan memang terbukti bersalah ditegur secara terbuka agar yang lain menjadi takut untuk melakukan perbuatan dosa tsb. Kita sebut ini sebagai efek jera atau shock therapy terhadap ybs dan para pemimpin yang lain agar berhati-hati, tidak melakukan kesalahan yang sama.
Baru-baru ini kita dikejutkan dengan terbongkarnya skandal seks yang dilakukan pemimpin rohani tingkat international. Tentunya dengan terbongkarnya borok sang rohaniawan terkenal ini membuat shock para pemimpin rohani di dunia. Bahkan menimbulkan pro dan kontra. Ada yang tidak percaya dan menuduh tim investigasi punya motif jahat terhadap ybs. Ada yang membahasnya secara terbuka di berbagai media.
Bagaimana dengan kekristenan dengan terjadinya skandal ini? Memang tidak bisa dipungikiri peristiwa ini merupakan noda hitam dalam sejarah kekristenan. Untuk kesekian kalinya peristiwa skandal yang menimpa pemimpin Kristen terjadi lagi. Bagaimana dengan orang Kristen awam? Semua orang Kristen harus menerima kenyataan bahwa setiap orang tanpa kecuali berpotensi melakukan hal yang tidak senonoh (misconduct). Kita harus ingat nasihat rasul Paulus kepada jemaat Korintus. 1 Korintus 10:12 (FAYH) Jadi, berhati-hatilah. Kalau Saudara mengira, "Mustahil saya akan berbuat demikian, " hendaklah Saudara waspada karena Saudara juga mungkin jatuh ke dalam dosa.
Mari kita mendoakan para pemimpin rohani kita agar mereka tidak jatuh ke dalam dosa. Kalau boleh saya mewakili mereka saya meminta kepada Anda semua: Ibrani 13:18 (TB) Berdoalah terus untuk kami; sebab kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah baik, karena di dalam segala hal kami menginginkan suatu hidup yang baik. (CS)