BERJAGA-JAGA YANG BENAR
Lukas 21:34 (TB) "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
Judul perikop ini adalah "Nasihat Supaya Berjaga-jaga". Berjaga-jaga dari apa? Konteks ayat ini adalah berjaga-jaga atas kedatangan Kristus kembali. Berjaga-jaga untuk mempersiapkan kedatangan Kristus berlaku juga atas kepergian kita menjumpai Kristus di rumah Bapa di Sorga. Manusia bisa meninggal kapan pun. Untuk itu mempersiapkan hari kematian adalah sesuatu yang penting dan mendesak. Kita harus mempersiapkannya sejak kita lahir di bumi ini dan persiapannya adalah seumur hidup.
Ada seorang rohaniawan senior yang berkata bahwa jarang bahkan sedikit sekali gereja yang mengajarkan jemaatnya untuk menghadapi hari kematiannya. Khotbah tentang kematian hanya disampaikan pada saat ibadah duka.
Bagaimana mempersiapkan hari kematian kita? Jaga hati kita jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
Amsal 4:23 (TB) Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Rasul Paulus adalah sosok yang senantiasa mempersiapkan hari kematiannya dengan menjaga hatinya bersih. Kisah Para Rasul 23:1 (TB) Sambil menatap anggota-anggota Mahkamah Agama, Paulus berkata: "Hai saudara-saudaraku, sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah." Kisah Para Rasul 24:16 (TB) Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.
Hanya orang yang memiliki hati nurani yang bersih yang akan diberi tubuh kemuliaan untuk tinggal di keabadian. (CS)