Radio Rodja 756 AM

Bertambah dan Berkurangnya Iman


Listen Later

Bertambah dan Berkurangnya Iman adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada Sabtu, 14 Dzulhijjah 1442 H / 24 Juli 2021 M.
Iman adalah pokoknya agama
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa masalah iman adalah pokoknya agama. Iman adalah masalah yang paling penting dari semua masalah. Di antara alasannya adalah:

* Iman merupakan sebesar-besar kewajiban yang diwajibakan oleh Allah dalam hidup ini.
* Iman merupakan hak Allah yang wajib atas hambaNya. Seorang hamba wajib mengimani Allah dan wajib melaksanakan dari iman itu, yaitu mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, menjauhkan segala macam perbuatan syirik.
* Lafadz iman berulang kali disebutkan dalam Al-Qur’an dan dalam hadits-hadits Nabi yang shahih. Lebih banyak dari penyebutan semua lafadz.
* Imam merupakan pokok atau prinsipnya agama.
* Orang yang mewujudkan iman (dengan keyakinan, perkataan, dan perbuatan) maka dia akan mendapatkan kesuksesan, kemenangan, dan kedudukan di muka bumi ini. Barangsiapa yang merusak atau menyia-nyiakannya, maka dia akan mendapatkan kerugian yang nyata.
* Dengan iman ini dikeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya.
* Dengan iman ini akan dipisahkan antara orang-orang yang bahagia dengan orang-orang yang celaka. Dan juga dipisahkan siapa orang-orang yang harus kita mencintai/loyal kepada dia dan juga orang-orang yang kita harus memusuhinya.

Sebab bertambahnya iman
Belajar ilmu yang bermanfaat
Imam Ibnu Rajab Al-Hambali Rahimahullah berkata bahwa ilmu yang bermanfaat yaitu mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah, memahami makna-maknanya, dan diikat yang demikian itu dengan pemahaman para sahabat dan tabi’in dan tabi’ut tabi’in dalam memahami Al-Qur’an dan hadits, dan juga dari apa yang datang dari mereka berkaitan dengan pembicaraan masalah yang halal dan haram, tentang zuhud, tentang kelembutan hati, tentang ilmu, dan selain daripada itu, dan bersungguh-sungguh juga untuk membedakan antara yang shahih dan yang dhaif, kemudian bersungguh-sungguh untuk mengetahui makna-maknanya dan memahaminya, yang demikian cukup bagi orang yang berakal.
Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah berkata bahwa yang dimaksud dengan ilmu adalah ilmu syar’i, yang memfaedahkan mengetahui yang wajib atas seorang yang sudah baligh dari urusan agama ini dan juga dalam bermuamalah. Dan dia juga wajib mengetahui tentang nama dan sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan juga wajib mengetahui apa yang wajib dilaksanakan dari perintah Allah. Kemudian dia wajib mensucikan Allah dari berbagai macam kekurangan. Yang demikian berputar pada tafsir, hadits dan fikih.
Dan para Nabi tidak mewariskan Dinar dan Dirham, tapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka dia mendapatkan bagian yang banyak. Maka penuntut ilmu yang semakin menuntut ilmu, memahami dan mengamalkannya, maka akan bertambah imannya.
Menit ke- Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu menjelaskan dalam doanya:
اللهم زدنا إيمانًا ويقينًا وفقهًا
“Ya Allah, tambahkanlah kami iman, keyakinan, dan juga pemahaman.”
Membaca Al-Qur’an dan mentadabburinya
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dengan kalimat “barokah”:
وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan Al-Quran itu adalah kitab yang diturunkan yang diberkahi oleh Allah,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings