Bertawasul dengan Nama-nama Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Al-Fawaid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada Kamis, 27 Rajab 1445 H / 8 Februari 2024 M.
Ceramah Agama Islam Tentang Bertawasul dengan Nama-nama Allah
Kita masih melanjutkan pembahasan yang berkenaan dengan masalah tauhid, kelanjutan dari doa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menghilangkan kesedihan, kegundahan dan kegalauan. Kita sampai di pertengahan doa.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memulai doa ini dengan menyebutkan penghambaan diri yang sempurna kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setelah itu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mulai meminta kepada Allah dengan bertawasul menyebutkan nama-nama dan sifat-sifatNya, bahkan semua nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Indah.
أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ
“Aku memohon kepadaMu Ya Allah dengan semua nama-nama yang Mahaindah yang Engkau miliki yang Engkau namakan diriMu Yang Mahamulia dengannya, atau yang Engkau turunkan di dalam kitabMu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari hambaMu, atau nama yang Engkau khususkan pada ilmu ghaib yang ada di sisiMu.”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan salah satu bentuk tawasul yang terbaik, sebab yang memudahkan doa dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini mengamalkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an,
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا…
“Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki nama-nama yang Mahaindah, maka berdoalah kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan nama-namaNya yang Mahaindah.” (QS. Al-A’raf[7]: 180)
Imam Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala dalam pembahasan ini menjelaskan bahwa sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di doa ini sampai di akhirnya merupakan tawasul kepada Allah sebab untuk memudahkan doa dikabulkan oleh Allah dengan nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala semuanya yang diketahui oleh seorang hamba maupun tidak diketahuinya. Ini merupakan sarana yang paling dicintai oleh Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada kita ketika beribadah itu mencari sarana yang disyariatkan sehingga ibadah lebih mudah dekat dengan pengabulan dan penerimaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan di dalam surah Al-Maidah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan carilah wasilah (sebab) untuk semakin dekat kepadaNya, dan berjihadlah di jalan Allah, agar kalian menjadi orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Ma’idah[5]: 35)
Di dalam tafsir Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini beliau menukil pernyataan salah seorang ulama Tabi’in,