Simon CS

Biarlah Ia Bercerai


Listen Later

BIARLAH IA BERCERAI
1 Korintus 7:15 (TB) Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.
Rasul Paulus sejalan dengan ajaran Kristus bahwa orang percaya tidak boleh bercerai. Markus 10:11-12 (TB) 11 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. 12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."
Paulus menunjukkan sikapnya yang sangat tegas: Orang percaya tidak boleh bercerai. Ini adalah perintah Tuhan (1 Kor 7:10). Perceraian adalah pelanggaran terhadap ketetapan Tuhan. Alkitab mau menyatakan melalui rasul Paulus bahwa di dalam kekristenan tertutup adanya perceraian. Tetapi mengapa rasul Paulus berkata "....Biarlah ia bercerai..".
Kalimat "Biarlah ia bercerai" bukan ditujukan untuk pasangan Kristen yang sudah di dalam Tuhan. Konteks kalimat ini "Biarlah ia bercerai" adalah adanya suami isteri tadinya mereka bukan orang percaya lalu salah satunya menjadi Kristen. Mereka pun sebenarnya boleh tetap hidup sebagai suami isteri karena pasangan yang belum percaya akan dikuduskan oleh pasangan yang sudah percaya. (1 Kor 7 :12-14). Mereka yang sudah percaya tidak boleh menceraikan pasangan yang belum percaya. Tetapi seandainya pasangan yang belum percaya itu memaksa untuk bercerai, Paulus "mengizinkan" perceraian dengan berkata "Biarlah ia bercerai". Kalimat ini dalam bahasa Yunani berbunyi: χωριζέσθω chōrizesthō dari kata dasar: χωρίζω chórizó artinya: to separate one's self from. (Memisahkan diri dari).
Mengapa Paulus "mengizinkan" perceraian yang demikian? Alasannya jelas demi terpeliharanya kehidupan iman yang dimiliki pihak yang sudah percaya maka perceraian yang demikian diijinkan. Hidup bersama dengan orang yang tidak seiman apalagi tidak mau lagi hidup bersama secara harmonis, mengandung resiko besar yang membahayakan iman Kristennya karena tidak adanya kesatuan. Padahal kesatuan hidup adalah dasar bangunan sebuah rumah tangga.
Karena itu implikasi dari kebenaran ini adalah: Untuk menghindari perceraian yang melukai hati Tuhan, hendaklah orang percaya menikah dengan orang yg seiman. 2 Korintus 6:14 (TB) Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? (CS)
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Simon CSBy Cecep Soeparman