Renungan Pagi

Bicarakanlah Kebenaran di Dalam Kasih


Listen Later

Renungan pagi : BICARAKANLAH KEBENARAN DI DALAM KASIH


Ada satu hal yang sangat tidak mudah untuk dilakukan, bahkan oleh seorang pengkhotbah yang paling fasih lidah dan sudah biasa menyampaikan kebenaran, yakni menyampaikan kebenaran di dalam kasih. Banyak orang menyampaikan kebenaran tetapi tidak di dalam kasih. Mereka menyampaikan kebenaran hanya karena ingin dilihat oleh orang bahwa mereka memiliki pengetahuan akan kebenaran. Mereka menyampaikan kebenaran tidak di dalam kasih karena mereka juga tidak sungguh-sungguh mengasihi orang yang  mendengarkan berita mereka. Ini sesuatu yang sangat penting untuk dimengerti oleh para ayah atau kepala keluarga ketika membicarakan kebenaran tentang mengasihi Allah kepada anak-anak mereka. 


Bagaimana caranya seorang ayah dapat mengajarkan dan membicarakan hal mengasihi Allah di dalam kasih? Pertama, ia sendiri telah mengalami kasih Allah dan sadar bahwa ia hidup karena kasih tersebut. Kedua, ia mengasihi anak-anaknya seperti ia telah dikasihi oleh Bapa di sorga. Bukan kasih natural dari seorang anak manusia tetapi kasih Allah yang sempurna.


Bagaimana pula langkah praktis di dalam membicarakan dengan anak-anak masalah yang sangat penting di masa yang genting sekarang ini. 

1. Seorang ayah perlu mendoakan anak-anak mereka dengan kasih dan kesungguhan agar Allah sendiri menjamah mereka sehingga mereka dapat memahami bahwa hal yang paling penting yang dibutuhkan oleh mereka adalah mengasihi Allah.

2. Jika ada suasana ketegangan dalam hubungan ortu dan anak karena sesuatu dan lain hal sebaiknya dibereskan terlebih dahulu.

3. Jangan menempatkan diri sebagai orang yang sudah tahu segalanya sekalipun kita adalah orang tua dari anak-anak kita sendiri. 

4. Yang sangat-sangat penting juga adalah, istilah membicarakan mempunyai arti melibatkan dua pihak atau lebih, artinya ada sebuah dialog. Ya, membicarakan kasih Allah kepada anak adalah berdialog dengan mereka. Bukan mengajar mereka seperti guru di depan kelas, tetapi berdialog dalam kasih. 

  

Bagaimana caranya kita sebagai orang tua berdialog tentang mengasihi Allah?Tidak sulit, pakailah pertanyaan-pertanyaan yang sudah dipersiapkan dan siap mengantisipasi jawaban atau pertanyaan kembali dari anak nantinya.

Di sini saya mencoba membagikan pertanyaan-pertanyaan untuk anak-anak yang berumur 6-12 tahun. 

1. Menurut kamu mengapa kita masih hidup, sehat, bisa makan, bisa bermain dengan gembira sampai saat ini? 

2. Apakah kamu percaya semua ini adalah berkat Tuhan?

3. Apakah kamu sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan Yesus mengasihi kamu? Apakah buktinya buat kamu?

4. Kalau Tuhan mengasihi kamu, apakah yang kamu harus lakukan terhadap Dia? Apakah buktinya kalau kita mengasihi Dia? 


Cobalah mempelajari pertanyaan yang Tuhan Yesus tujukan kepada Petrus setelah Petrus menyangkali diri-Nya. Perhatikan suasana dan hubungan yang terjadi dan pada saat seperti apa Yesus melakukannya.


Injil Yohanes 21:15, Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."


Sekali lagi, para ayah, para kepala keluarga atau siapapun kita, bicarakanlah kebenaran dalam kasih di rumah kita.


Saya Theo Barahama, mari pancarkan Kerajaan Sorga dari rumah kita!

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Renungan PagiBy GPdI Ujung Menteng