Bid’ah Memecah Belah Umat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 8 Sya’ban 1442 H / 22 Maret 2021 M.
Ceramah Agama Islam Tentang Bid’ah Memecah Belah Umat
Bid’ah merupakan salah satu tipu daya iblis yang terbesar. Bid’ah membuat seorang muslim menyimpang dari sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan salah satu sifat ahli bid’ah adalah terpecah-belah. Karena para pelaku bid’ah tidak terlepas dari dua perkara, yaitu:
* mengikuti hawa nafsu (tidak mengikuti ilmu),
* terpecah-belah, masing-masing mengikuti ide/gagasan/pendapat mereka. Mereka menafsirkan dan mengartikan nash-nash syariat menurut hawa nafsu, menurut keinginan, menurut apa yang sudah mereka lakukan sebelumnya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
تَفَرَّقَتِ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ وَالنَّصَارَى مِثْلُ ذَلِكَ وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلاثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً
“Umat Yahudi telah terpecah-belah menjadi 71 golongan atau 72 golongan, kaum Nasrani juga terpecah-belah sebanyak itu, dan akan terpecah-belah umatku ini menjadi 73 golongan.” (HR. Tirmidzi)
Dalam hadits ini terdapat isyarat tentang siapakah golongan yang selamat dari 73 golongan tersebut. Ketika Nabi mengatakan “Semuanya ada di neraka kecuali satu golongan,” para sahabat bertanya: “Siapakah mereka wahai Rasulullah?”
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
مَا أنا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي
“Yaitu orang-orang yang berada di atas pedomanku dan pedoman sahabat-sahabatku.”
Nabi hanya menjelaskan satu golongan yang selamat. Adapun 72 yang dikatakan “di neraka” Nabi tidak sebutkan satu-persatu, dan juga ini tidak ditanyakan oleh sahabat-sahabat Nabi yang mulia. Namun bisakah kita mengetahui ataupun mengidentifikasi golongan-golongan tersebut?
Jawabannya adalah bahwa kita mengetahui perihal perpecahan ini, dan kita pun mengetahui induk kelompok-kelompok akibat dari perpecahan itu. Di dalam Islam kita lihat muncul orang-orang yang memunculkan ide/gagasan/keyakinan-keyakinan baru di dalam agama, dan kemudian kelompok-kelompok induk tersebut terpecah-belah menjadi kelompok-kelompok kecil.
Dengan mengetahui induk dari pemikiran-pemikiran yang menyimpang atau kelompok-kelompok bid’ah ini kita bisa mengetahui cabang-cabangnya.
Ada enam kelompok besar yang dari situ terpecah-belah menjadi beragam turunan. Enam kelompok besar yang menyimpang dari sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah: khawarij, qadariyah, jahmiyah, murji’ah, rafidhah, dan jabariyah. Dari sini terbelah menjadi kelompok-kelompok kecil.
Kelompok Khawarij
Kelompok khawarij terpecah-belah menjadi 12 kelompok. Kita tahu inti dari pemikiran khawarij yaitu mengkafirkan pelaku-pelaku dosa besar. Ini adalah inti dari pemikiran khawarij. Yaitu penyimpangan di dalam al-asma’ wa al-aḥkam (penetapan nama/status dan hukum) atas muslim yang melakukan dosa besar. Menurut orang-orang khawarij bahwa muslim yang melakukan dosa besar hukumnya kafir.
Adapun memberontak kepada penguasa, ini adalah cabang dari pemikiran inti mereka itu. Dari pemikiran inti itu mereka mengkafirkan penguasa dan orang-orang yang sejalan dengan penguasa. Sebagai konsekuensinya adalah mereka menghalalkan pemberontakan terhadap penguasa yang mereka anggap kafir.
Turunannya juga adalah mereka menghalalkan darah orang-orang yang mereka k...