Radio Rodja 756 AM

Bid’ah Pada Kelompok Jahmiyah


Listen Later

Bid’ah Pada Kelompok Jahmiyah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 22 Sya’ban 1442 H / 05 April 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Bid’ah Pada Kelompok Jahmiyah
Salah satu tipu daya iblis terhadap ahli bid’ah adalah menggelincirkan mereka di dalam bab iman kepada nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sebelumnya kita sudah jelaskan bagaimana langkah-langkah setan menyeret manusia dari bid’ah yang satu kepada bid’ah yang lainnya. Tidak akan berhenti kecuali kembali kepada sunnah.
Apabila tidak ditinggalkan, maka akan terus melahirkan bid’ah yang baru lagi, dan terus bergulir tidak ada henti. Setiap generasi membawa satu pemikiran/interpretasi yang baru terhadap agama. Hal ini karena menyimpangnya dalam masalah ushul (prinsip dasar) yang menyebabkan tidak akan bertemu dengan sunnah. Maka seorang yang mendalami prinsip-prinsip bid’ah di dalam agama tidak akan mungkin dia jadi Ahlus Sunnah.
Salah satu bab agama yang juga diselewengkan oleh ahli bid’ah adalah di dalam bab asma’ wa shifat. Tentunya ini penyimpangan yang lebih berat daripada penyimpangan-penyimpangan sebelumnya. Manusia mulai membicarakan perkara-perkara yang sangat fundamental dalam agama, yaitu tentang ketuhanan, tentang Rabb, tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu tentang nama dan sifat-sifatNya.
Setelah Khawarij sebagai bid’ah pertama yang muncul di tubuh umat ini membicarakan tentang manusia/makhluk, yaitu status pelaku dosa besar yang itu terus bergulir hingga menghalalkan darah. Mulailah manusia membicarakan perkara yang berkaitan dengan Tuhan, mulai dari perbuatan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu takdir. Mereka mulai mengatur bahwa ini boleh dilakukan oleh Allah sedangkan ini tidak boleh dilakukan oleh Allah.
Ahlus Sunnah meyakni bahwa tidak ada satupun kejadian di alam semesta ini yang luput dari ilmu Allah, Allah tahu segalanya sebelum, ketika dan sesudah semua itu terjadi. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki semuanya (sebelum, ketika dan sesudah). Dan Allah yang menciptakan segalanya itu.
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
“Allah menciptakan kamu dan apa yang kamu lakukan.” (QS. As-Saffat[37]: 96)
Mulailah manusia mengatur ini sah dinisbatkan kepada Allah, ini tidak sah dinisbatkan kepada Allah. Keburukan tidak sah dinisbatkan kepada Allah, kebaikan boleh dinisbatkan kepada Allah. Lalu mereka mengeluarkan perkara-perkara yang menurut mereka tidak sah dinisbatkan kepada Allah ini dari kehendak dan ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Berawal dari penafian ilmu Allah terhadap perkara yang menurut mereka tidak layak dinisbatkan kepada Allah, sampai akhirnya ada yang menetapkan dua pencipta; pencipta kebaikan dan pencipta keburukan. Bahwa yang menciptakan keburukan itu bukan Allah, tapi iblis. Ini tentunya sangat mirip dengan keyakinan majusi yang mengatakan ada Tuhan kegelapan dan Tuhan cahaya.
Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah pada bab asma’ wa shifat
Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam bab asma’ dan sifat adalah menetapkan nama dan sifat yang Allah sebutkan di dalam Al-Qur’an ataupun yang disebutkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits-hadits beliau yang shahih tanpa takwil (menyelewengkan makna), tanpa ta’thil (menafikan kandungannya), tanpa tasybih (menyamakan sifat Allah dengan sifat makhluk), dan tanpa takyif (menanyakan bagaimana sifat itu).
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings