Manusia itu mati sebagaimana dia hidup, begitu peribahasa arab yang terkenal. Akhir itu biasanya konsisten dengan awalnya.
Karena mati bukan pilihan, maka kita semua pasti akan berpulang, yang beda hanya jadwal keberangkatan. Kuncinya adalah bagaimana menghadirkan rasa, bahwa aktivitas yang kita lakukan itu sangat bisa jadi aktivitas yang terakhir, dan bila itu yang terakhir, apa yang kita ingin persembahkan?
Cara paling ampuh mengingatkan hamba, memang dengan menghadirkan kematian di depan mata. Tapi, bila itu saja tak membuat kita sadar dan belajar, mungkin tidak ada cara lain lagi yang bisa membuat kita bersiap dan berbekal. Allahummaghfirlana..