Radio Rodja 756 AM

Bila Keguguran Terjadi


Listen Later

Bila Keguguran Terjadi merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 27 Safar 1443 H / 4 Oktober 2021 M.

Kajian Tentang Bila Keguguran Terjadi
Ini adalah sebuah peristiwa yang mungkin dialami oleh sebagian dari kita, walaupun tidak ada di antara kita yang punya cita-cita mengalami kejadian tersebut.
Tidak setiap apa yang kita inginkan itu akan terjadi. Seringkali kenyataan berbeda dengan keinginan. Semua orang tua tentu ingin bayinya lahir dengan selamat, tidak kurang suatu apapun, sehat wal afiat. Sehingga semua usaha lahiriyah dan batiniyah dilakukan. Namun apa daya, manusia hanya bisa berusaha. Yang akhirnya menentukan adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dan realitanya bahwa tidak semua keinginan kita terjadi sesuai dengan harapan. Kadang-kadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan, Allah Subhanahu wa Ta’ala menakdirkan sesuatu yang berbeda dengan keinginan kita.
Begitupula terkait dengan bayi. Keinginannya adalah bayinya sehat di dalam kandungan, tidak ada gangguan apa-apa, ketika saatnya lahiran pun juga dalam keadaan sehat wal afiat. Tapi ternyata Allah terkadang menakdirkan berbeda. Ketika itu terjadi, sikap apa yang seharusnya dilakukan oleh ayah maupun ibu?
Prinsip yang harus kita pahami bahwa dalam kondisi apapun (bahagia atau sedih), orang yang beriman tetap berusaha berpegang dengan panduan agama Islam. Yaitu:
1. Menyadari bahwa ini takdir Allah
Menit ke- Kalau kita ditimpa sesuatu, di antara ungkapan yang dianjurkan untuk dibaca adalah:
قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ
“Ini sudah takdirnya Allah, terserah Allah (apa yang ditetapkan olehNya).”
Yang menakdirkan bayi umur 8 bulan untuk meninggal adalah Allah. Yang menakdirkan janin itu tidak tumbuh adalah Allah. Dan kita harus ingat Allah itu Ar-Rahman (Maha Pengasih), Ar-Rahim (Maha Penyayang), Al-Hakim (Maha Bijaksana).
Tidak ada satu kejadian pun yang ada di alam semesta ini melainkan pasti dengan takdir Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ‎﴿٢٢﴾‏ لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ‎﴿٢٣﴾‏
“Setiap musibah yang terjadi di muka bumi atau yang menimpa diri kalian pasti semuanya sudah tertulis di dalam Lauhul Mahfudz. Yang seperti itu mudah bagi Allah. Ini kami sampaikan agar kalian itu jangan terlalu bersedih (berlebihan) atas apa yang tidak kalian dapatkan, dan sebaliknya jika kalian mendapatkan karunia sesuatu jangan terlalu bergembira sehingga menjadi sombong. Dan sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Al-Hadid[57]: 23)
Takdir Allah untuk orang yang beriman itu pasti terbaik. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْضِي لِلْمُؤْمِنِ قَضَاءً إِلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menakdirkan sesuatu bagi seorang yang beriman kecuali pasti itu yang terbaik.” (HR. Ahmad)
Betapa banyak orang yang sadar dan memperbaiki diri setelah sakit? Ada sebagian orang mudah marah meskipun sudah belajar agama. Allah menginginkan kebaikan untuk orang ini, akhirnya oleh Allah diberi sakit yang berat. Dan begitu sembuh masyaAllah tidak mudah marah lagi. Hal ini berarti sakit itu baik, karena membuat karakternya berubah.
2. Menghibur diri dengan janji surga
Menit ke- Sedih itu manusiawi.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings