Radio Rodja 756 AM

Bukan Pilah-Pilih Semaunya


Listen Later

Bukan Pilah-Pilih Semaunya merupakan bagian dari kajian Islam yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 2 Jumadil Akhir 1444 H / 26 Desember 2022 M.

Kajian Tentang Bukan Pilah-Pilih Semaunya
Salah satu keindahan ajaran Islam adalah sangat bervariasinya amalan yang diajarkan di dalam Islam. Amalan yang diajarkan dalam Islam itu bermacam-macam, sangat beragam. Saking banyaknya, ada seorang ulama besar yang bernama Imam Al-Baihaqi Rahimahullahu Ta’ala, beliau berupaya untuk mengumpulkan amalan-amalan itu dalam sebuah buku. Buku itu beliau beri judul Al-Jami’ Li Syu’abil Iman (himpunan cabang-cabang keimanan). Buku itu tebalnya adalah dari ujung tangan kanan sampai ujung tangan kiri.
Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa Islam memberikan alternatif amalan yang sangat banyak kepada kita? Jawabannya adalah karena potensi satu manusia dengan manusia yang lain berbeda-beda. Ada yang punya potensi harta (yaitu orang-orang kaya), ada yang potensinya pada tenaga (miskin tapi kuat fisiknya), ada yang potensinya ilmu (uang tidak punya, tenaga biasa saja, tapi punya ilmu yang banyak), ada juga yang potensinya jabatan (misalnya sekali tanda tangan maka diskotik ditutup).
Karena potensi satu orang dengan orang yang lainnya berbeda-beda, maka di dalam agama kita diberikan alternatif amalan yang sangat banyak. Bagi yang hartanya melimpah, selain zakat yang memang sifatnya wajib, dia masih bisa menggunakan hartanya untuk beramal dengan amalan-amalan yang modalnya harta seperti sedekah, qurban, umrah, haji, dll.
Jadi kenapa Islam memberikan alternatif amalan yang sangat banyak? Karena potensi satu orang dengan orang yang lain itu berbeda-beda. Semuanya bisa masuk surga menggunakan potensi yang dimilikinya masing-masing.
Tapi amalan-amalan yang sebanyak itu tadi tidak satu level. Justru bertingkat-tingkat levelnya. Jika boleh diumpamakan, Islam ibarat sebuah bangunan. Ada bagian-bagian pokok yang mutlak harus ada dalam sebuah bangunan, tanpa keberadaannya, bangunan tidak bisa berdiri, semisal pondasi dan tiang. Ada pula bagian yang harus ada, namun bila tidak terpenuhi, bangunan itu tetap bisa berdiri, contohnya tembok dan atap. Serta ada elemen penyempurna yang ‘sekedar’ membuat bangunan itu semakin indah dan nyaman, semisal ventilasi udara dan keramik lantai.
Bagian ajaran Islam yang paling tinggi adalah Rukun Iman dan Rukun Islam. Selanjutnya adalah amalan yang hukumnya fardhu ‘ain (wajib atas masing-masing dari kita), semisal birrul walidain dan belajar ilmu agama. Lalu amalan yang hukumnya fardhu kifayah, seperti berdakwah. Kemudian amalan yang hukumnya sunnah, semisal membaca shalawat di luar shalat dan puasa Senin-Kamis.
Islam adalah agama yang rapi, teratur dan tidak asal-asalan. Islam mengajarkan pada kita untuk senantiasa memperhatikan skala prioritas dalam beramal. Diumpamakan seperti membangun rumah, maka yang akan digarap pertama kali adalah pondasi, bukan atap, apalagi ventilasi udara.
Muslim yang cerdas akan memprioritaskan perbaikan akidah terlebih dahulu, sebab itu adalah pondasi dalam beragama. Dia mempelajari Rukun Iman dengan benar. Lalu berikutnya ia mengamalkan Rukun Islam. Selanjutnya ia menjalankan amalan-amalan wajib lainnya. Baru kemudian ia menambahkan amalan yang sunnah.
Dalam sebuah hadits qudsi, Allah ta’ala berfirman,
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ
“Taqarrub yang paling Aku cintai dari hamba-Ku adalah yang Aku wajibkan atasnya. Selanjutnya ia menambahkan yang sunnah, hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)
Tidak Boleh Semaunya
Jadi dalam beramal, kita tidak boleh pilah-pilih semaunya.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings