Buku Revolusi

Buku Revolusi

By Buku RevolusiScience
Download on the App Store

Buku Revolusi episodes

  • Episode #5 PMII, Ilmu Pengetahuan, dan Kesenjangan Gender
    Dalam fase perjalanan dan perkembangan di abad ke-21 dengan berbagai perubahan dan dinamika yang hadir, situasi yang tak dapat ditampik bahwa setiap orang perlu menjalankan survive. Kenyataan tersebut juga dihadapi oleh organisasi seperti PMII yang pada 17 April 2020 genap berusia 60 tahun. Organisasi yang tak dapat dibilang muda lagi. Ia menuju sebuah kematangan dan kedewasaan dari setiap organisasi yang ada. Dalam abad ini, ilmu pengetahuan dan teknologi harus diakui menjadi sebuah subjek yang sangat begitu penting. Menilik catatan dari apa yang pernah dituliskan oleh Gus Dur, saat ini seperti halnya NU, PMII juga menapaki transformasi yang keempat yaitu transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
    PMII tidak bisa lagi kalau hanya mengurusi hal-hal yang sebenarnya sudah selesai. PMII perlu membaca dan menanggapi perubahan dan perkembangan zaman yang ada. Sebagaimana apa kaidah fiqih yang menjadi pijakan sejak keberadaannya, al mukhafadzatu ‘ala alqadimis shalih wal akdzu bil jadidil aslah. Merawat tradisi lama yang baik, dan menerima tradisi baru yang lebih baik lagi. Fleksibel, komitmen, dan teguh pada prinsip dalam menjalankan kehidupan yang semakin kompleks ini. PMII tidak bisa melulu hanya mengurusi hal-hal yang bersifat makro, melainkan dari itu perlu merinci pada wujud hal-hal yang bersifat mikro. Tentunya menjadi sebuah hal yang perlu digaris bawahi oleh kader-kader PMII di mana pun berada.
    Tulisan lengkap di https://beritapmii.com/2020/11/04/pmii-ilmu-pengetahuan-dan-kesenjangan-gender/. Selamat mendengarkan. Semoga selalu bahagia dan mulia.
    27 min
  • Episode #4 Sumpah Pemuda, Bahasa, dan Sains
    Kongres Pemuda kedua yang dihelat pada 27-28 Oktober 1928 menghasilkan kesepakatan, salah satunya berupa: menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang mempersatukan seluruh bangsa Indonesia. Hal itu penting, mengingat heterogenitas yang ada dalam bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku dan bahasa yang ada di setiap daerah. Bahasa Indonesia kemudian menjadi kesepakatan bersama dalam upaya maupun sarana komunikasi di dalam kehidupan masyarakat. Namun, apakah sejatinya bahasa Indonesia sudah benar-benar dimaknai sebagai bahasa pemersatu dalam konteks kehidupan luas? Pertanyaan tersebut membawa pada sebuah realitas akan pergeseran-pergesaran yang muncul di permukaan realitas sosial. Seperti di antaranya adalah akan hasrat penguasaan bahasa asing yang kemudian lebih diutamakan daripada bahasa Indonesia. Situasi tersebut tak hanya terjadi dalam perkembangan sosial masyarakat, bahkan sudah merambah pada aspek jenjang pendidikan yang ada. Memang ada benarnya, bahwa memahami bahasa asing yang menjadi bahasa komunikasi dunia—bahasa Inggris sebagai sebuah urgensi. Namun, bijaknya adalah mengutamakan bahasa yang menjadi konsensus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Simak selengkapnya di Episode #3 Sumpah Pemuda, Bahasa, dan Sains. Referensi tulisan: https://bosdakon.wordpress.com/2020/10/28/sumpah-pemuda-bahasa-dan-sains/. Suara latar: Instrumental Indonesia Pusaka, diunduh dari: https://download.lagu9dl.com/indonesia-pusaka-instrumental~wOvZqDqi4cI. Selamat mendengarkan. Semoga bahagia dan mulia.
    15 min
  • Episode #3 Perempuan dan Nobel
    Penghargaan Nobel pada tahun 2020 meninggalkan sebuah catatan penting dalam sejarah. Kegiatan yang diilhami wasiat dan utang rasa kemanusiaan dari penemu dinamit dan ahli kimia ternama Swedia, Alfred Nobel yang dihelat sejak tahun 1901 tersebut pada tahun ini mencatatat keberadaan beberapa perempuan yang mendapatkan nobel di masing-masing bidang keilmuan. Kegiatan yang berlangsung pada 6-12 Oktober 2020 yang lalu mencatat beberapa daftar perempuan. Masing-masing adalah: Andrea Ghez (Amerika Serikat) di bidang Fisika, Emannuelle Charpentier (Prancis) dan Jenifer Anne Doudna (Amerika Serikat) di bidang Kimia, dan Louise Glück (Amerika Serikat) di bidang Sastra. Ada pergeseran yang cukup menarik ketika kemudian sekian nama sosok perempuan mendapatkan penghargaan di perhelatan tahun ini. Tentu saja ini menyiratkan akan bagaimana harapan dan peluang terhadap gerakan perempuan dalam dunia ilmu pengetahuan. Selamat mendengarkan Episode #3 Perempuan dan Nobel. Semoga selalu bahagia dan mulia. Referensi tulisan: https://iqra.id/perempuan-dan-nobel-230679/
    15 min
  • Episode #2 Miskonsepsi terhadap Fisika
    Ada permasalahan yang kemudian menjadi warisan turun-temurun dalam pendidikan kita. Salah satunya adalah prasangka terhadap mata pelajaran yang diberikan kepada peserta didik dalam sistem pendidikan. Bukan satu atau dua, melainkan dari itu, sederet nama mata pelajaran yang diidentikkan sebagai sebuah hal yang mohon maaf “menjijikkan” dan “memuakkan”. Mulai dari matematika, kimia, statistika, biologi, bahkan fisika. Gejala tersebut juga menghampiri di banyak kalangan yang dapat dikatakan bergelut di masing-masing bidang—kalangan pelajar, mahasiswa, dan lain sebagainya.
    Satu hal yang menjadi akar dari permasalahan tersebut adalah terkait keberadaan miskonsepsi. Miskonsepsi pada umumnya bisa dimaknai sebagai salah konsep yang menyebabkan ketidaksesuaiannya dengan pengertian ilmiah atas teori, ide, maupun gagasan terhadap keberjalanan ilmu pengetahuan.
    Bagaimana miskonsepsi itu muncul dan kemudian menjadi bayang-bayang dalam perkembangan sains? Apakah ada jalan untuk memutus segala bentuk kekeliruan dan kesalahpahaman dalam ilmu pengetahuan. Simak selengkapnya. Selamat mendengarkan. Semoga selalu bahagia dan mulia.
    Referensi tulisan: https://www.kurungbuka.com/miskonsepsi-terhadap-fisika/
    19 min
  • Episode #1 Einstein, Sains, dan Agama
    Episode #1 Podcast Buku Revolusi kali ini membahas mengenai sebuah buku terjemahan Hari Taqwam Santoso karya Albert Einstein berjudulkan Sains & Agama yang diterbitkan oleh Penerbit Circa pada Juli, 2020. Buku dengan ketebalan 130 halaman ini merupakan kumpulan tulisan Albert Einstein baik dalam media cetak, pertemuan, forum seminar, maupun refleksi dirinya pada dua terminologi yaitu: sains dan agama. Di dalam buku tersebutlah kita akan menemukan ungkapan Einstein yang populer di telinga kita, "Saya tak dapat membayangkan seorang ilmuwan sejati tanpa iman yang mendalam semacam itu. Situasi itu dapat diungkapkan oleh sebuah gambaran: sains tanpa agama lumpuh, agama tanpa sains buta." Bagaimana sih sebenarnya gagagasan pemikiran Albert Einstein, sosok fisikawan masyhur penggagas teori relativitas ini terhadap sains dan agama? Simak dalam pertemuan kali ini. Sebagai bahan tulisan dapat disimak di https://www.minerva.id/2020/12/relasi-agama-dan-sains-dalam-pemikiran.html. Selamat mendengarkan! Semoga terus bahagia dan mulia!
    15 min
  • Podcast Buku Revolusi: Sebuah Pengantar oleh Joko Priyono

    Halo, selamat datang di Podcast Buku Revolusi. Salam hormat dan perkenalkan saya Joko Priyono yang akan menemani teman-teman semua dalam episode demi episode pada Podcast ini. Selamat mendengarkan dan menikmati setiap konten yang ada.

    Buku Revolusi

    "mengabarkan setiap halaman buku, menjadi manusia revolusioner dan seutuhnya"

    3 min

About Buku Revolusi

From the publisher's feed

Podcast tentang diskursus dan perkembangan ilmu pengetahuan. Dikelola oleh Penerbit Buku Revolusi dengan host Joko Priyono. Dalam podcast ini akan berbagi pengetahuan tentang diskursus ilmu pengetahuan, khususnya sains dan cerita mengenai buku. Semoga bermanfaat. Selamat mendengarkan.