Buruk Sangka Sesama Muslim adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 12 Dzulqa’dah 1445 H / 20 Mei 2024 M.
Kajian Islam Ilmiah Tentang Buruk Sangka Sesama Muslim
Imam Bukhari dan Muslim, dalam dua kitab shahihnya, dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
إيَّاكُمْ والظَّنَّ، فإنَّ الظَّنَّ أكْذَبُ الحَديثِ، ولا تَحَسَّسُوا، ولا تَجَسَّسُوا، ولا تَنافَسُوا، ولا تَحاسَدُوا، ولا تَباغَضُوا، ولا تَدابَرُوا، وكُونُوا عِبادَ اللهِ إخْوانًا.
“Jauhilah prasangka, karena sesungguhnya prasangka adalah sedusta-dusta perkataan. Janganlah kalian mencari-cari kesalahan, mengintai-intai kesalahan, janganlah selalu berlomba-lomba saling iri, saling hasad, saling membenci, dan saling membelakangi. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari Muslim)
Sesungguhnya, di antara tujuan-tujuan yang harus diperhatikan oleh setiap Muslim adalah menjaga persaudaraan keimanan, menjaga hubungan keagamaan yang merupakan hubungan yang paling kuat dan tali yang paling kokoh, serta menghindari semua hal yang bisa melemahkan atau merusak persaudaraan. Allah Ta’ala berfirman,
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka perbaikilah hubungan antara saudara-saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah agar kalian mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat[49]: 10)
Ada beberapa perkara yang diperingatkan oleh syariat dan dilarang olehnya, yang bisa mempengaruhi persaudaraan keimanan, serta bisa merusak dan melemahkan persaudaraan, yaitu prasangka buruk kepada saudara sesama Muslim. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
إيَّاكُمْ والظَّنَّ، فإنَّ الظَّنَّ أكْذَبُ الحَديثِ
“Jauhilah prasangka, sesungguhnya prasangka tersebut adalah seburuk-buruk perkataan.” Yaitu bisikan jiwa yang dibisikan oleh setan di dalam jiwa seorang manusia. Tentu yang dimaksud di sini adalah larangan dari prasangka buruk, karena hal ini sama dengan apa yang tertera dalam Al-Qur’anul Karim setelah firman Allah Azza wa Jalla, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.” Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ…
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa.” (QS. Al-Hujurat[49]: 13)
Sesungguhnya, persangkaan buruk yang dilakukan oleh seorang Muslim kepada saudaranya merupakan salah satu penyakit dari pengyakit-penyakit hati, yang bisa berdampak besar dan memberikan pengaruh yang sangat buruk dan berbahaya dalam merusak persaudaraan. Bahkan, hal ini bisa menghancurkan persaudaraan sesama kaum Muslimin. Persangkaan buruk adalah prasangka yang ada di dalam hati yang tidak dibangun di atas bukti, melainkan hanya bersandar pada ucapan yang ia dengar dari saudaranya atau kelakuan yang ia lihat dari saudaranya. Kemudian,