
Sign up to save your podcasts
Or


Di episode "Cafe Codet", Anda akan memasuki sebuah kedai yang tak biasa. Sebuah tempat yang hanya menerima mereka yang pernah terluka. Bukan sekedar luka fisik, tetapi juga luka batin, kehilangan, kepahitan, dan pengalaman hidup yang meninggalkan bekas.
Lewat metafora sebuah kafe yang dihuni orang-orang dengan "codet" masing-masing, episode ini membawa kita pada satu kenyataan bahwa setiap orang sedang berjuang dengan lukanya sendiri. Ada yang tampak kuat di luar, tetapi menyimpan cerita pahit yang dalam.
Episode ini cocok didengarkan saat Anda sedang lelah, sedang mencari makna, atau hanya ingin berhenti sejenak dari hiruk-pikuk hidup yang sering kali terasa keras. Ada kehangatan yang menenangkan, seolah-olah episode ini berkata bahwa Anda tidak sendirian, dan luka bukan akhir dari segalanya. Kadang, justru dari bekas luka itulah kita belajar menjadi manusia yang lebih utuh.
By Tanadi SantosoDi episode "Cafe Codet", Anda akan memasuki sebuah kedai yang tak biasa. Sebuah tempat yang hanya menerima mereka yang pernah terluka. Bukan sekedar luka fisik, tetapi juga luka batin, kehilangan, kepahitan, dan pengalaman hidup yang meninggalkan bekas.
Lewat metafora sebuah kafe yang dihuni orang-orang dengan "codet" masing-masing, episode ini membawa kita pada satu kenyataan bahwa setiap orang sedang berjuang dengan lukanya sendiri. Ada yang tampak kuat di luar, tetapi menyimpan cerita pahit yang dalam.
Episode ini cocok didengarkan saat Anda sedang lelah, sedang mencari makna, atau hanya ingin berhenti sejenak dari hiruk-pikuk hidup yang sering kali terasa keras. Ada kehangatan yang menenangkan, seolah-olah episode ini berkata bahwa Anda tidak sendirian, dan luka bukan akhir dari segalanya. Kadang, justru dari bekas luka itulah kita belajar menjadi manusia yang lebih utuh.

6 Listeners

0 Listeners