
Sign up to save your podcasts
Or


Kuliah sebenarnya bukan cuma soal IPK atau hadir di kelas. Ada satu hal yang sering kelewat: value diri.
Di sesi panjang bareng Kak Claudia Giovanni, kita bahas gimana mahasiswa bisa membentuk diri jadi individu yang siap kerja, punya skill relevan, dan tahu arah berkembangnya.
Dari cara mengatur waktu, membangun habit produktif, sampai memahami skill apa yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja sekarang.
Semuanya dibahas lengkap, santai, tapi tetap ngena.
Kalau mau survive dan bersaing setelah lulus, perjalanan “Next Level You” harus mulai dari sekarang. 🚀📚
Menanggapi kegagalan tanpa merasa hancur bukan hal yang mudah. Kadang kita terpukul, mempertanyakan diri sendiri, bahkan kehilangan arah. Di episode kali ini, kita ngobrol santai tapi penuh insight bareng Kak Adinda, content creator edukasi, yang bakal sharing tentang gimana menghadapi kegagalan dengan lebih sehat, serta mengenalkan filosofi growth untuk membantu kita bangkit dan berkembang.
Yuk, dengerin bareng-bareng dan belajar melihat kegagalan sebagai bagian dari proses bertumbuh! ✨
📼 Web Series | Topeng Kebahagiaan Kala
Kala merasa bahwa dirinya harus selalu tersenyum, bahwa perasaannya harus dikubur dalam dalam, demi membuat dirinya pantas disukai, termasuk kepada sahabat terdekatnya, Feli.
Tak ada yang tahu, Kala pun tak pernah mengumbar; Fakta kematian ibunda Kala akibat ayahnya sendiri, seakan hilang ditelan waktu. Perasaan Kala juga begitu. Rasa mencekik akibat hujatan netizen yang tiada henti pun olehnya dianggap hanya angin lalu, berharap hilang dengan waktu.
Hidup Kala seakan semu... Sampai pada ia bertemu dengan Zara, seseorang yang katanya punya nasib yang sama dengan dirinya, mencoba masuk dan menyembuhkan luka Kala, dan Kala juga ingin menyembuhkan luka Zara.
Namun apakah Kala akan membiarkan orang lain masuk pada hati terdalamnya? Apakah ia akan berhasil menyembuhkan lukanya?
Mari dengarkan kisah Kala dan teman-temannya melalui lika liku kehidupan keluarga dan sekolah, spesial hanya di webseries kali ini🎧✨
📼 Web Series | Gemati Empati
Seorang mahasiswi berprestasi, Zilvia, mendapati hidupnya berubah drastis setelah meluasnya kabar bahwa ibunya, Mirjam, ditangkap atas tindakan korupsi sejumlah puluhan milyar rupiah.
Hari-hari yang Zilvia lewati tidak luput dari gebrakan para perundung, dan acap kali Zilvia diselamatkan oleh lelaki yang mencintainya, Nuraga. Karenanya, Nuraga pun ikut dirundung.
Akankah ada jalan untuk Zilvia menerima hidupnya?
.
.
Apakah keluarga dari seorang koruptor berhak untuk dikecam atas kesalahan yang bukan miliknya?
Mari dengarkan kisah Zilvia dan teman-temannya dalam melawan korupsi pada webseries kali ini🎧✨
Menemukan purpose dan menikmati playground kehidupan bukan hal yang mudah. Kadang kita terlalu fokus mengejar tujuan, sampai lupa menikmati prosesnya. Di episode kali ini, kita ngobrol santai tapi bermakna bareng Kak Indah Natisha Putri, Winner of Putri Kartini Jawa Barat dan Winner of Qiroatus Syi’ir Competition, yang bakal sharing tentang bagaimana menyeimbangkan eksplorasi diri dan tujuan hidup.
Yuk, dengerin bareng-bareng dan temukan purpose & playground-mu sendiri! ✨
Lanjutan obrolan Quarter Life Crisis! Episode ini akan membahas krisis identitas di usia 20-an, di mana seseorang berusaha mengintegrasikan peran, nilai, dan arah hidupnya menjadi satu kesatuan yang disebut "diri", masih bersama Kak Amelia Christin Sitorus, Putri Psikologi UNESA. Kita juga akan mengupas mengapa pilihan hidup terasa berat karena ekspektasi sosial dan ketidakpastian. Tak hanya itu, kita bedah tekanan akademik yang sering membuat mahasiswa merasa down dan tips tetap produktif tanpa menyiksa diri. Terakhir, ada afirmasi positif dan pesan dukungan untuk berdamai dengan diri sendiri dan menerima bahwa berjuang itu normal. Dengarkan untuk menemukan harapan dan dukungan!
Pernah merasa galau dengan arah hidup di usia muda?
Di episode ini, kita akan membahas tuntas apa itu Quarter Life Crisis, masa transisi dari remaja ke dewasa yang penuh tantangan, bersama narasumber inspiratif kita, Kak Amelia Christin Sitorus yang merupakan Putri Psikologi UNESA. Kita juga akan menyelami mengapa banyak mahasiswa merasa cepat "tua" dan tertekan, salah satunya karena pengaruh lingkungan kolektivistik Indonesia. Tak ketinggalan, kita kupas seberapa besar media sosial memicu rasa tertinggal dan bagaimana membedakan motivasi dengan toxic comparison. Yuk, dengerin sekarang untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam!
🎙Episode 6 | "Ketika Suara Tak Lagi Pulang"
Di penghujung cerita, tak semua luka sempat terbaca, tak semua kata sempat disuarakan. Ketika kehilangan terasa terlalu sunyi untuk dijelaskan, dan pelukan tak pernah benar-benar datang, siapa yang akhirnya bisa menyelamatkan diri?
Ada luka yang tak bisa dijahit dengan kata-kata.
Ada air mata yang terlalu sering jatuh tanpa suara.
Dan ada seseorang yang mencoba kuat, padahal hatinya sudah lama remuk.
Malam semakin larut, matanya berat bukan karena kantuk, tapi karena air mata yang tak lagi punya tempat.
🎧 Dengarkan kisah ini sebelum semuanya benar-benar hening.
🎙️ Episode 5 | “Meja Makan Tanpa Suara”
Lebaran tak lagi sama. Suara yang dulu mengisi pagi kini tinggal gema di dalam dada.
Di episode ini, Marsi berdiri di tengah rumah yang penuh orang, tetapi terasa kosong. Tangis bapak lirih, pecah bersama kalimat yang tak pernah siap:
“Biasanya Ibumu mengajak Bapak, tapi sekarang malah pergi sendiri”
Tentang jemari yang mulai membiru, tentang barang-barang yang hanya Marsi tahu tempatnya, dan tentang air mata yang jatuh tanpa izin. Tentang rindu yang tak bisa dijelaskan, dan tentang cinta yang kini hanya bisa dikirim lewat doa.
🎧 Dengarkan sekarang. Karena kadang, kehilangan datang di saat kita bahkan belum siap mengucapkan selamat tinggal.
🎙Episode 4 | "Toples Kosong, Napas yang Berat"
Lebaran hampir tiba, tapi bukan hanya rumah yang dibersihkan—ada kekhawatiran yang diam-diam memenuhi dada.
Di episode ini, Marsi menata kue lebaran sambil menahan gemetar. Ibu mulai sering diam, napasnya berat, dan malam takbir berubah menjadi malam di ruang UGD.
Tentang topi Bromo yang jadi pelindung, tentang rasa takut yang tak sempat disebut, dan tentang doa-doa yang akhirnya dipanjatkan dengan sepenuh harap: semoga Ibu sembuh.
🎧Dengarkan sekarang. Karena kadang, yang paling kita takutkan… datang di malam paling kita harapkan
From the publisher's feed