
Sign up to save your podcasts
Or


Mengkaji dan meneladani kepribadian para wanita penghulu surga tentu lebih utama daripada berandai-andai menjadi orang lain. Tidak perlu malu dipandang sesama manusia sebagai sosok yang tidak sempurna secara fisik. Malu itu dekat dengan keimanan. Malu itu hanya ketika hati tergerak untuk tidak mau taat syariat.
Rasulullah saw. bersabda,
“Iman mempunyai lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah Laa Ilaaha Illallaah. Sedangkan cabang paling rendah adalah membuang duri dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang dari keimanan.” (Mutafaq ‘alaih)
By Opini Muslimah JambiMengkaji dan meneladani kepribadian para wanita penghulu surga tentu lebih utama daripada berandai-andai menjadi orang lain. Tidak perlu malu dipandang sesama manusia sebagai sosok yang tidak sempurna secara fisik. Malu itu dekat dengan keimanan. Malu itu hanya ketika hati tergerak untuk tidak mau taat syariat.
Rasulullah saw. bersabda,
“Iman mempunyai lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah Laa Ilaaha Illallaah. Sedangkan cabang paling rendah adalah membuang duri dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang dari keimanan.” (Mutafaq ‘alaih)