Sajak Kini

Capek yang Tidak Perlu Dijelaskan


Listen Later

✨ Sajak Kini – “Capek yang Tidak Perlu Dijelaskan”


Di usia dua puluh sampai tiga puluh, kita mulai mengenal jenis lelah yang tidak terlihat. Bukan lelah karena kurang tidur, bukan juga karena pekerjaan yang menumpuk. Tapi lelah karena terlalu sering menahan perasaan, terlalu lama berusaha terlihat kuat, dan terlalu jarang benar-benar didengarkan. Kita tetap bangun pagi, menjalani rutinitas yang sama, tersenyum di tempat yang sama—meski di dalam hati ada beban yang sulit dijelaskan.


Capek ini tidak selalu dramatis. Ia tidak datang dengan tangis keras atau cerita panjang. Ia hanya hadir diam-diam, mengisi ruang kecil di kepala yang biasanya kita abaikan. Capek karena harus kuat. Capek karena harus mengerti. Capek karena harus terlihat baik-baik saja di depan banyak orang. Dan tidak semua lelah perlu diterangkan panjang lebar—kadang cukup kita sendiri yang tahu bahwa hari ini kita tidak apa-apa, tapi juga belum sepenuhnya baik.


Padahal capek bukan tanda gagal. Ia hanya tanda bahwa kita sedang berjalan jauh. Bahwa kita sudah berusaha sejauh yang kita mampu, dengan versi diri yang kita punya hari ini. Kalau hari ini kamu merasa lelah tanpa tahu harus menjelaskannya ke siapa, tarik napas pelan-pelan. Berhenti sebentar tidak apa-apa. Kamu tidak harus kuat setiap waktu. Ada capek yang tidak perlu dijelaskan—cukup diakui, dan dibiarkan beristirahat.


🎧 Sajak Kini – “Capek yang Tidak Perlu Dijelaskan”

✍️ Penulis : Ahmad Tri Hawaari

🎙️ Pengisi Suara : Khairun Nisa

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Sajak KiniBy Sajak Kini