Karena lagi buntu buat nerusin karya pameran. Jadinya rebahan deh dan tiba tiba kepikiran buat cerita, ya sekalian deh di podcastin aja, biar bisa di denger orang lain juga.
Karena jika disuruh memilih, pilihanku tetap padamu. Tapi apakah kau juga? Bolehkah aku? - Kali ini saya tidak sendiri mengisi suara, ditemani oleh @aisyahhanaf yang berada di Tangerang, ia juga mempunyai sebuah podcast bernama "Pematah Hati Terbaik". Teruntuk semua, tetap sehat.
Jarak yang harusnya bukan menjadi pemisah untuk kita, tapi semua berlalu tanpa aba-aba. Kau berkata sudah tak ingin bersama, akhir tahun kala itu benar-benar ada sekat antara kita.
Kagum, tergambar dalam semua ini. Meski hidupku seperti ini, bukan berarti kau tak bisa denganku. Mungkin doa yang paling sering kupanjatkan untukmu. Harapku selalu untukmu, baik dalam keadaan apapun itu. Sebuah sajak yang saya bacakan ini adalah tulisan dari seorang pria, gondang biasa ia dipanggil oleh teman-temannya.
Mereka, dua insan manusia yang masih belum bisa terpaut satu sama lain. Merasa terperangkap dalam zona nyaman tanpa ada kepastian, penuh harap tuhan dapat menyatukan.
Ketika seorang pria yang jatuh hati pada seorang wanita lewat pertemuan singkatnya, dia (wanita) memberi warna bagi kehidupan sang pria yang begitu gelap (hitam dan putih). Dan sejak saat pertemuan itu juga, ia (pria) menjadi tertarik akan segala hal tentang warna. Karena warna lah, hitamnya menjadi cerah dan putihnya menjadi lebih bercahaya.
2 min
About Catatan Pena
From the publisher's feed
apapun cerita, akan tumbuh menjadi suka maupun duka.