Syukur ku padaMu atas segala nikmat yang kau berikan. Termasuk dia, yang ntah apakah akhirnya akan saling bertaut atau hanya sekedar bersua dan berlalu.
Rindu yang tidak punya tempat untuk bersandar. Rindu yang akhirnya harus dibunuh karena hadir tanpa diundang. Tidak punya inang dan menghadirkan simbiosis parasitisme pada hati yang berjalan sendirian.
Dumble pikiran dan residu ditengah ketidak-pahaman materi. Lalu tiba-tiba kamu muncul tanpa permisi memecah kelelahan mata ini. Terima kasih atas harapan mu yang semakin lama semakin semu..